Tampilkan postingan dengan label Makassarta'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassarta'. Tampilkan semua postingan

ANTARA POLUSI SUARA DAN LABIL EQUITY [KISAH UNIK SAAT SHIFT MALAM]


Di kantor, di meja kerja, monitor masih menampilkan chart-chart pairing mata uang. Shift malam.
Tetangga meja sebelah minta dibukakan bandwidth unlimited. Bolehlah.
Lalu mulai streaming tanpa buffering lagu-lagu di youtube.
Tetangga meja sebelah bising, sangat bising, bising sangat, luar biasa bising. Gaduh.
Lagunya sama sekali tak terjangkau oleh saya yang (memang) bukan penikmat musik ini. Terlebih lagunya berbahasa inggris. 
Ini polusi suara namanya, protesku dalam hati.
Tapi mau diapa, tetangga meja sebelah terlihat sangat menikmati. Kasihan juga kalau diganggu. 
Saya memilih menyingkir ke lounge, sekadar mencari suasana baru.
Namun apa yang terjadi di lounge?
"aduh abang roni
pulanglah oh abang
sudah 3 bulan aku di tinggalkan

tak tahan rasanya
menanggungkan rindu
rindu tuk bertemu
bercanda bersama
aduh abang roni


..."
Ternyata dengan volume yang tidak seperti biasanya, lagu ini diputar di lounge oleh OB (Office Boy) yang menjelma menjadi bartender.
Ampun jika begini jadinya, asli saya bingung dengan polusi suara yang disebabkan oleh tetangga meja sebelah dan penjaga lounge bagi saya yang (memang) bukan penikmat musik ini.

Akhirnya, kuputuskan kembali ke meja kerja, dan..., apa yang selanjutnya terjadi pemirsa??
Wew, Siti Nurhalisa yang kini bernyanyi di komputer tetangga meja sebelah. It's Melayu time ya?? Gumamku.


Asli, kerja shift malam kali ini memang unik. Ada banyak polusi suara yang kudapatkan.
Dan kupilih untuk melirik chart yang terombang-ambing oleh aksi hebat-hebatan antara buyer dan seller. Seperti tetes air, harga itu bergerak sesuai dorongannya. Saya hanya terpaku, tersudutkan, tak bisa berbuat banyak sebab sudah beberapa hari ini equity-ku benar sekarat.

Lalu?
Ya segitu saja, soalnya mood perlahan menghilang. Tulisan juga kian terombang-ambing. Mungkin karena pengaruh musik ya?  Yang juga benar-benar labil menurutku, lagu berbahasa inggris, kemudian dangdut, kemudian melayu tersaji sekaligus.
Atau ikut terombang-ambing bersama chart yang juga terombang-ambing.

Lalu?
Sud
ah....




INI BUKAN TENTANG AKTIVITAS ATAU BEKERJA, INI TENTANG TANGGUNG JAWAB!


10.22 am kira-kira

Hingga pagi ini, saya belum bisa membedakan antara aktivitas dan bekerja. Saat ini saya berada di kantor, duduk di atas kursi empuk sambil mengetik postingan ini dengan komputer yang menurut saya lumayan memiliki spesifikasi tinggi. Tentunya setelah menyelesaikan segala kebutuhan untuk teleconference yang setiap pagi rutin kantor kami lakukan.

Sambil saya mengetik postingan ini, suara pembicara di seberang masih terdengar jelas dari balik pintu ruangan saya, saya tidak harus ikut teleconference, karena saya adalah IT support yang bertugas menyiapkan segala kelengkapan dalam hal jaringan internet untuk teleconference, setelah itu, ya..kembali ke meja, standby.


Itulah mengapa saya masih bisa menulis postingan ini di kantor, toh posisi saya dalam kondisi standby, saya bergerak ketika ada hal yang berhubungan dengan jaringan internet, lebih dari itu, sedikit bisa saya maklumi.

Jam kerja saya adalah dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore, dipotong istirahat sejam pada pukul 12 siang. Jam kerja yang menurut saya lebih dari cukup, atau akan berakhir dengan sendirinya tanpa perasaan apapun dikarenakan atmosfer kerja di kantor kami yang di satu sisi terbilang disiplin, di sisi lain lumayan menyajikan kenyamanan fasilitas.


***
2.39 pm waktu pc, tulisan terpending karena tiba-tiba kehilangan ide.

Disiplin? Kok masih bisa buat tulisan  untuk blog Carita Campur Attu?!

Tentunya akan ada pengunjung blog yang mempertanyakan tentang kedisiplinan yang saya maksud. Baiklah akan saya jelaskan.
Di tempat kerja saya, disiplin waktu adalah hal yang mutlak, tidak ada toleransi  untuk hal tersebut, masuk jam 9 pagi pulang jam 6 sore. Pemenuhan tugas kerja juga adalah hal yang mutlak, seperti saya  yang seorang IT support, tentu saja tugas adalah segala hal yang berhubungan dengan jaringan internet kantor dan perangkat pendukungnya seperti komputer dan  segala peripheralnya. Ketika segala hal yang saya sebutkan di atas telah di set dan berjalan dengan semestinya, posisi kerja yang saya pahami selanjutnya adalah standby. Disiplin kan?

Nah, dalam status standby tersebutlah, saya mengisi waktu dengan facebook, trading, blog, ngopi, etc. Intinya, saya harus bisa memastikan wajah saya masih tampil di cctv pada monitor di ruang kerja bos hingga waktu menunjukkan pukul 6 sore.

Apakah ini kerja atau aktivitas? Sekarang saya yang bertanya ke pembaca. Karena jujur saya bingung, di satu sisi saya berpikir berapa banyak waktu di luar deskripsi pekerjaan yang saya buang, saya juga takut jikalau ini bisa diartikan sebagai korupsi waktu.
Lalu, jika tidak demikian, saya harus kerja apa? Jika segala jaringan internet, komputer dan peripheral-nya semua berjalan lancar? Saya harus ngapain lagi? Masuk ke kolong-kolong meja marketing dan sekretaris--mengecek jikalau ada kabel lan yang longgar? Wah.., ini bisa-bisa saya dibilang modus ingin liat isi rok mini; meskipun beberapa marketing tidak keberatan dan tidak ingin bergeser jika saya permisi ke kolong mejanya untuk mengecek kabel jaringan. Aneh? Sepertinya tidak dan sudah menjadi hal yang lumrah di kantorku; Ingin heran? Buat apa juga.

Saya insyaf, di luar sana ada teman-teman yang atmosfer pekerjaannya lebih menyenangkan dan lebih santai dari saya, mereka bisa keluar kantor kapan saja mereka mau, nongkrong di warkop, ngopi, merokok, tidur sepuas hati mereka; Saking bebasnya, muncul istilah office 1 dan 2 bahkan lebih, office 1 untuk warkop, office 2 untuk kantor sebagaimana kantor, dan sebagainya. Intinya, kata teman tersebut, pekerjaan dan laporan bisa beres dan dipertanggungjawabkan kapan dan di manapun.

Jujur di lubuk hati saya, saya ingin atmosfer pekerjaan demikian, toh buat apa nongkrong lama-lama di depan cctv, eh, di depan komputer kalo semua pekerjaan sementara telah berjalan sebagaimana mestinya?
Tapi, di satu sisi, saya juga lumayan menikmati atmosfer pekerjaan saya, saya merasa bisa lebih maksimal, saya merasa inilah tanggung jawab, namun saya belum bisa memahami ini bekerja atau aktifitas?
Yang saya pahami adalah setiap senin hingga jum'at dari pukul 8 pagi sampai 8 malam (termasuk waktu diperjalanan) saya ke kantor, meninggalkan anak-anak dan istri saya sebagai bentuk tanggungjawab saya atas kesejahteraan mereka. Terlepas itu melelahkan atau tidak, terpaksa atau tidak, bosan atau tidak; harus saya jalani dan syukuri. Titik.

Kadang kita melihat 'rumput tetangga selalu lebih hijau', tapi kadang kita juga lupa--segalanya indah dengan bersyukur.
Apapun pekerjaanmu, berat ringan, disiplin santai; Bersyukurlah dan berikan yang terbaik yang kau bisa, banggalah karena dengan bekerja engkau bisa melihat dirimu memiliki nilai. Tetap semangat anak muda ;)

[Lalu masih butuh jawaban 'ini aktivitas atau bekerja?'
jawabnya adalah tanggung jawab--terhadap keluarga untuk memberi kesejahteraan yang insyaALLAH halal :)  ]



ADA APA DI TAHUN NAGA?


Mencoba mengulang sukses kisah 'Ada Apa dengan Cinta?', Carita Campur Attu coba membuat artikel tandingan dengan judul 'Ada Apa di Tahun Naga?' Jujur saja Pacarita tidak tahu.
Nah loh?!
Iya.., jika ada apa yang dimaksud adalah tentang ramalan mengenai tahun naga, Pacarita sungguh teramat sangat tidak tahu, karena Pacarita bukan peramal dan tidak percaya dengan yang namanya ramal-meramal.
Lalu, ada apa dengan artikel ini?
Tenang..., hampir tak ada batasan untuk ber-carita campur attu. Apapun itu bisa menjadi karya cerita yang luar biasa.

Biarkan tawa dan cerita membumi kita menguap melangit. Ada apa di tahun naga? Jawabnya: Ada apa aja!
#1. Ada buah dada, eh, buah naga
Keberadaan buah asal Meksiko ini kini menjadi kian populer, dan bukan tidak mungkin, buah yang banyak memiliki kandungan air ini akan semakin populer di tahun naga. Ini bukan ramalan.., ini hanya carita campur attu, buah naga di tahun naga, kenapa ngga?

#2. Ada Ayu Ting Ting
Ayu Ting Ting jelas ada di tahun naga, tapi saya tidak tahu apakah ia masih bingung cari alamat atau sudah menemukan alamat yang selama ini membuatnya populer.

#3. Norman Kamaru? Antara ada dan tiada
Orang ini kasian banget ya, sekarang aja antara ada dan tiada.

#4. Banci band ada ngga ya?
Fenomena boy band dan girl band dadakan yang di musim hujan ini kian menjamur kemungkinan menggelitik untuk hadirnya 'banci band'. Ini tergantung bagaimana perkembangan selera penikmat musik tanah air.

#5. Ada Koruptor
Ini sih selalu ada dan akan selalu ada. Sindikatnya tentu saja kian canggih. Sandi-sandi baru yang begitu rumit akan tercipta lewat pergaulan para koruptor di tahun naga ini.

#5. Ada Carita Campur Attu | Obrolan Ringan di Warung Kopi
Iya, ada carita campur attu dengan obrolan ringan di warung kopinya yang mengalir bebas dengan content yang tentu saja unik di mata Google dan kawan-kawan.
Semoga carita campur attu bisa segarang naga di tahun naga ini.

#6. Ada Patarattu'

Ya! Ada teman-teman yang akan meninggalkan komentarnya di kotak komentar, ada teman-teman yang akan mengikuti blog ini di blogger dengan mengklik "Join this site", ada teman-teman yang akan mengikuti blog ini facebook fans page 'Carita Campur Attu' dengan mengklik "Like" atau "Suka", ada teman-teman yang men-follow twitter @Carita_Pacarita dengan mengklik "Follow", ada banyak teman-teman yang membantu membagikan tulisan-tulisan dalam blog Carita Campur Attu dengan mengklik tombol "+ Share" atau "+ Bagikan", ada teman-teman yang berbaik hati memasang link "Carita Campur Attu" di blog PR 1 sampai 10 teman-teman.
Pokoknya ada kamu di hatiku :D

[#7. Ada-ada Aja]

TIPS MEMBUANG SAMPAH YANG BAIK DAN BENAR


Setelah memberikan tips tentang cara memasak air yang baik dan benar, obrolan ringan di warung kopi kita kali ini akan memberikan tips tentang cara membuang sampah yang baik dan benar. Tips ini merupakan wujud kepedulian Pacarita dalam ikut serta menjaga lingkungan tempat kita hidup. Langsung saja, berikut tips membuang sampah yang baik dan benar versi carita campur attu:
#1. Buanglah sampah pada kantong Anda
Membuang sampah pada tempatnya itu kuno dan biasa, tapi membuang sampah pada kantong, itu yang canggih dan luar biasa. Maksudnya, daur ulang sampah menjadi barang-barang jenis baru yang bisa dijual dan menghasilkan uang.

#2. Pisahkan sampah basah dan kering
Buat apa sih? Buang sampah saja kok repot.
Hush, jangan gitu.., memisahkan sampah basah dan kering itu penting agar sampah kering tidak ikut basah terkena sampah basah :D

#3. Jangan 'membuang sampah' jika tidak bisa membuang sampah!
Orang yang taunya 'membuang sampah' tapi tidak bisa membuang sampah sebenarnya termasuk sampah masyarakat. Orang jenis ini hanya bisa merusak alam. Jangan mengotori jika tidak bisa membersihkan!

#4. Buanglah sampah plastik, kertas, dan botol pada keranjang pemulung
Cara ini sangat mulia, karena secara tidak langsung Anda membantu mengurangi beban kerja pemulung yang tidak perlu lagi mengais-ngais sampah di gunungan sampah demi mencari sesuap nasi untuk melanjutkan hidup. Dengan langsung membuang sampah plastik, kertas, dan botol pada keranjang pemulung berarti Anda telah berjasa memotong sejumlah siklus dalam job description pemulung.

#5. Jangan buang sampah di selokan
Membuang sampah di selokan selain dapat menyebabkan banjir karena tersumbatnya aliran air, juga dapat mengganggu keindahan pemandangan selokan Anda. Di samping itu, selokan bukanlah tempat sampah melainkan tempat mengalirnya air dan kehidupan beberapa ekosistem air.

#6. Makanlah sampah Anda
Maksut lho??!! Wah.., sepertinya tips yang #6 ini keliru deh.
Haha, santai dulu bro.., ada makna tersirat dari kalimat 'makanlah sampah Anda'. Tips ini pada dasarnya sama dengan tips #1 yakni daur ulang, namun secara prinsip sampah tidak diuangkan melainkan dikonsumsi setelah melalui proses alam. Artinya sampah basah seperti sisa sayuran atau kulit buah-buahan itu bisa dibuat pupuk kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburkan apotek hidup Anda atau pohon tomat dan lombok Anda dan sebagainya, yang kemudian dari apotek hidup Anda atau pohon tomat dan lombok Anda yang telah Anda beri pupuk dengan kompos dari sampah Anda bisa Anda konsumsi dengan sehat tentunya :)

#7. Cuci tangan dengan sabun setelah membuang sampah

Saya jamin Anda akan 1000% sepakat dengan Pacarita jika mengatakan bahwa sampah itu kotor dan mengandung bakteri jadi sangat dituntut untuk mencuci tangan dengan sabun setelah membuang sampah. SO.., there is no more things to explain about that!
Artinya apa ya??

Demikianlah tips tentang cara membuang sampah yang baik dan benar versi carita campur attu, semoga setelah membaca tips ini kita bisa lebih bijak dalam bertindak terhadap alam dan memperlakukan sampah.

[save our earth bro ;) ]

TIPS AGAR TIDAK BAYAR PARKIR


Tarif parkir yang sifatnya flat juga kadang membuat kesal, bayangkan saja jika Anda parkir untuk singgah menelpon di wartel (warung telekomunikasi), biaya percakapan di wartel 350 rupiah, keluar parkir harus lagi membayar 1000 rupiah. Hmm, untuk menelpon sebentar saja sudah harus bayar 1350 rupiah. Dan biaya terbesar yang Anda keluarkan bukan dari kebutuhan pokok, yaitu menelpon di wartel, melainkan keterpaksaan parkir.

Obrolan ringan di warung kopi kita kali ini akan memberikan sebuah tips yang tentu saja akan sangat membantu menyelamatkan isi kantong Anda plus membantu menyelamatkan agar subsidi parkir tidak jatuh ke pinggir jalan, membantu mengurangi kerugian pemerintah di sektor subsidi parkir.

Ah masa sih?? Mulia banget tips carita campur attu kali ini, memang tips apaan sih?
Tips sederhana agar tidak bayar parkir:
#1. Parkirlah di tempat yang aman
Parkir di tempat aman adalah syarat mutlat bagi seluruh pengendara. Dan tempat aman yang dimaksud di sini adalah 'aman dari tukang parkir'. Jika Anda parkir di tempat yang aman dari tukang parkir, bisa dijamin Anda bisa menambah isi celengan Anda 1000 sampai 3000 rupiah.

#2. Berjalan kaki
Berjalan kaki di samping sehat juga dapat menyelamatkan Anda dari pungutan parkir. Jika tempat tujuan Anda dekat, tak ada salahnya berjalan kaki sambil menikmati suasana alam perkotaan.

#3. Sedetik pun, jangan tinggalkan kendaraan Anda!

Tetap berada dalam mobil atau tetap duduk di jok motor saat sedang parkir adalah cara efektif untuk lolos dari parkir. Misalnya Anda singgah parkir untuk membeli martabak dan di sana Anda melihat ada tukang parkirnya. Membeli martabak tidak membutuhkan tukang parkir, karena selama memesan martabak hingga menerima pesanan kita hanya menunggu dan tidak ada tempat yang disediakan untuk makan di tempat. Anda bisa menjaga kendaraan Anda sendiri.
Jika Anda menggunakan mobil, bukalah sedikit kaca jendela dan menyebutkan pesanan, selanjutnya tinggal duduk manis menunggu pesanan tiba. Jika Anda berkendara motor, kemudikan motor Anda sedikit merapat ke gerobak martabak dan sebutkan pesanan Anda, setelah itu untuk menghindari kemacetan dan agar tidak diteriaki sebagai biang kemacetan, segera kemudikan motor Anda kepinggir-keluar bahu jalan sambil tetap duduk manis di atas jok motor Anda menunggu pesanan tiba. Jika ternyata Anda mendapati tukang parkir mengamati Anda, cobalah iseng untuk memainkan hp untuk mengalihkan perhatian sambil bersiul menyanyikan "Alamat Palsu" Ayu Ting Ting.

#4. Bayarlah parkir dengan uang terbesar yang Anda miliki
Membayar parkir dengan uang besar kadang berhasil untuk menyelamatkan Anda dari tagihan parkir yang tak jelas. Namun, untuk tips ini ada teknik khususnya, Anda harus memperhatikan waktu. Jika masih pagi tips ini boleh dikata 100% berhasil karena tukang parkir belum punya uang kembalian untuk uang besar Anda. Tapi jika menjelang siang, sore, bahkan malam.., tips ini jangan dicoba, kecuali Anda mau menerima uang kembalian tebal dengan uang seribuan.
Hmm, jika Anda punya dolar Amerika, mungkin ini bisa 100% berhasil, karena tukang parkir tidak butuh dolar sepertinya.

#5. Bisa gesek ngga?
Jika Anda termasuk pribadi yang super dan memiliki tingkat kepercayaan diri di atas rata-rata, tips ini bisa Anda coba. Enteng saja katakan pada tukang parkirnya:
"Pammopporanga' dekkeng, tena doe' kes kuerang, kulleji ni gese' toh?"
"Maaf kawan, saya tidak bawa uang cash (tunai), bisa gesek ngga?"
Dijamin tukang parkirnya akan bingung dan membiarkan Anda untuk pergi.

#6. Nanti saya kembali

Untuk tips yang satu ini dibutuhkan sedikit kemampuan negosiasi. Cukup katakan pada tukang parkir:
"Sinampeppi dekkeng nah, la battuja poeng!"
"Sebentar kawan ya, saya masih akan kembali!"

#7. Kabur...!
Kabur adalah tips terakhir yang suatu saat mungkin bisa Anda coba. Jika Anda berkendara mobil, tutup rapat semua kaca jendela mobil Anda sebelum menjalankan aksi ini. Jika Anda berkendara motor, jangan lupa untuk menutup kaca helm Anda. Lalu kabur, seolah-olah Anda tidak mendengan bunyi parau sumpritan tukang parkir.
Untuk menjalan aksi ini, pastikan kondisi jalan raya tidak terlalu ramai, karena salah sedikit aksi ini bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Demikian beberapa tips agar tidak bayar parkir versi carita campur attu. Dilematis memang, tapi dari pada uang parkir masih jatuh di pinggir jalan?

[maaf ya para tukang parkir, ini hanya untuk para tukang parkir liar, bagi tukang parkir resmi.., mohon untuk selalu memberikan karcis parkirnya ya..]

JANGAN CINTA PRODUK DALAM NEGERI


Carita campur attu kali ini mungkin sedikit kontroversial, Jangan Cinta Produk Dalam Negeri. Lho, kok gitu sih?
Iya, Jangan Cinta Produk Dalam Negeri! Dan ini beberapa alasan untuk Anda agar jangan sekali-kali mencintai produk dalam negeri:

#1. Bensin atau premium dan listrik yang Anda konsumsi setiap hari itu diberikan oleh pemerintah dengan TIDAK IKHLAS.

Ini bukan tanpa fakta, bagaimana pemerintah tiap tahunnya berusaha mengurangi subsidi bensin untuk rakyatnya, bahkan lebih rela untuk menganggarkan spanduk dengan tulisan: "PREMIUM HANYA UNTUK ORANG TIDAK MAMPU", hmmm.. kejam sekali bangsa ini terhadap rakyatnya.
Beralih ke listrik, PLN (Perusahaan Listrik Negara) selalu mengeluh rugi karena produk listriknya dipakai terus oleh rakyat. Bilang saja kalau mau menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan tidak rela listrik-mu dibeli 'murah' oleh rakyat.

#2. Ikan dan Ayam berformalin
Ini juga bukan tanpa fakta, telah banyak ditemui pedagang-pedagang nakal yang menambahkan formalin pada ikan ataupun ayam dagangannya, ini tentu saja akan berakibat buruk bagi kesehatan. Akh, buat apa juga engkau jual racun dengan harga murah kepada kami!? Kami tak punya cukup banyak uang untuk membayar biaya rumah sakit, karena orang miskin dilarang sakit.

#3. Sapi dan Ayam dipompa
Bukan hanya ban yang dipompa. Untuk menambah bobot kiloan sapi dan ayam dagangan, terkadang dari mulut sapi yang masih hidup dimasukkan air dengan selang. Pada ayam, dilakukan pada ayam yang telah dipotong dengan bantuan selang infus.

#4. Ikannya bau lumpur
Lho, kok bisa? Iya, lumpur lapindo yang sampai saat ini menjadi kepasrahan pemerintah sebagian besar dialirkan ke laut. Weleh-weleh, hanya orang goblok yang membuang sampah lumpur ke laut, itu sama saja dengan mengalirkan racun ke habitat laut. Ikanku bau lumpur.

#5. Karena produk dalam negeri itu pada dasarnya tidak ada
Ya, produk dalam negeri pada dasarnya tidak ada, yang ada itu produk blesteran. Mobil ESEMKA itu bukan produk murni Indonesia, sebagian besar onderdilnya berasal dari luar negeri dan dirakit di dalam negeri. Laptop SMK Relion juga bukan produk murni Indonesia, seluruh onderdilnya berasal dari China dan dirakit di dalam negeri.

#6. Karena cinta tak harus memiliki
Karena cinta tak harus memiliki, maka gerakan cinta produk dalam negeri sebenarnya menyengsarakan para pedagang. Kita disuruh mencintai produk dalam negeri, sementara cinta tak harus memiliki, berarti produk yang dijual para pedagang tak harus dimiliki alias dibeli. Lho?!

Sekian dulu carita campur attu kita kali ini yang berisi himbauan untuk Jangan Cinta Produk Dalam Negeri! Pasti banyak yang kesal dengan artikel ini, tapi coba dicerna dengan akal sehat bahwa ini sebenarnya adalah kritik membangun bagi pemerintah agar lebih memperhatikan rakyat kecil, agar lebih memperhatikan perlindungan terhadap konsumen, agar lebih mendahulukan kepentingan rakyat jika ingin mengambil sebuah kebijakan. Subsidi jangan setengah hati oom, harus ikhlas biar berberkah. 

Pacarita tidak cinta produk Indonesia, tapi membeli dan mengkonsumsi dengan cerdas.
Jangan cinta produk Indonesia, tapi beli produk Indonesia!

[karena cinta tak harus memiliki]

JENIS PENUMPANG PETE-PETE (Versi Carita Campur Attu)


Sebelum carita campur attu kita semakin jauh membiarkan tawa dan cerita membumi menguap melangit. Terasa perlu untuk menjelaskan apa itu 'Pete-Pete'?
'Pete-Pete' adalah nama dalam bahasa Makassar untuk menjelaskan sejenis kendaraan angkutan umum, pete-pete menggunakan jenis mobil mikrolet atau metro mini dengan warna tertentu atau kode trayek tertentu untuk menjelaskan trayek tujuan.

Nah, setelah Anda mengerti dan memahami apa itu 'Pete-Pete', selanjutnya kita akan membahas jenis-jenis penumpang Pete-Pete. Jika masih ada yang belum mengerti dan memahami apa itu Pete-Pete silahkan bertanya dikolom komentar :D
Langsung saja, berikut adalah jenis-jenis penumpang Pete-Pete:

#1. Penumpang Biasaji dari Keluarga Baik-Baik
Ini adalah orang yang paling banyak dan paling umum ada di Pete-Pete trayek mana pun. Orang ini cuma menawarkan tangannya untuk menghentikan mobil pete-pete, kemudian cuma menyebutkan tujuannya (beberapa orang biasaji yang sudah senior tidak perlu menyebut tujuan), lalu cuma naik, lalu cuma duduk dengan manis (atau terkadang cuma berdiri kalau pete-petenya full), lalu cuma diam saja sambil mendengar musik jika pete-petenya ada tape sembari seksama melihat ke jalan dari balik jendela pete-pete, kemudian bilang "Kiri Pak" atau "Kiri Daeng" atau "Kiri Pir" jika yakin telah sampai di tujuan, kemudian cuma bayar dengan uang pas karena telah tahu pasti dengan tarif. Sudah.

#2. Penumpang yang Parno
Ini adalah orang yang biasa mendengar berita-berita kejahatan atau bahkan mungkin pernah menjadi korban kejahatan di pete-pete. Penumpang pete-pete sejenis ini akan mendekap barang bawaannya erat-erat dan langsung curiga sama siapapun yang dekat-dekat. Gaya duduknya cenderung membelakangi orang disampingnya. Pokoknya mukanya keliatan tegang selama perjalanan di atas pete-pete.

#3. Penumpang yang Suka Sebar Virus
Jenis ini adalah jenis penumpang pete-pete yang seperti 'virus'. Mereka seenaknya merokok di atas pete-pete tanpa merasa mengganggu penumpang yang lain. Tak peduli ada orang yang bukan perokok, tak peduli ada wanita hamil, tak peduli ada anak-anak, tak peduli ada yang batuk-batuk.
Ini adalah orang-orang yang sungguh tidak toleran dan seharusnya gak boleh dilepas ke kehidupan bermasyarakat.

#4. Penumpang yang Kampungan
Jenis ini sebenarnya jenis yang kampungan, begitu terobsesi dengan yang namanya HP sehingga main HP tidak mengenal tempat dan bisa di mana saja. Dia sangat penasaran dengan benda yang diberi nama 'HP'. Kasihan jenis penumpang yang satu ini, tidak jarang karena obsesi dan rasa penasaran yang tinggi, orang jenis ini berkali-kali terlewat dari tujuan yang ingin didatangi.

#5. Penumpang yang berbicara Kayak di Hutan
Penumpang jenis ini cukup membuat rese. Beberapa di antaranya berasal dari golongan ibu-ibu yang ahli gosip, tapi tak jarang juga berasal dari para bapak yang memposisikan dirinya sebagai pengamat atau komentator atas sebuah kejadian yang lagi hot. Penumpang sejenis ini memiliki kemampuan untuk berbicara keras tanpa mempedulikan apakah penumpang yang lain merasa terganggu atau tidak. Tak ada kata lelah dalam berbicara bagi penumpang sejenis ini.

#6. Pete-Pete Milik Kita Berdua
Ini adalah istilah untuk penumpang yang memonopoli seluruh tempat duduk dalam pete-pete. Area kursi pete-pete yang diduduki sangat luas, sampai-sampai penumpang yang lain terpaksa duduk dengan (maaf) sebelah pantat. Menyebalkan juga, karena pada prinsipnya semua penumpang pete-pete memiliki hak dan kewajiban yang sama.

#7. Penumpang Berbulu Domba
Jenis ini adalah jenis penumpang yang harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk selama-lamanya. Mereka naik pete-pete hanya untuk berbuat jahat. Pada saat penumpang pete-pete tidak begitu ramai mereka langsung menjalankan aksinya, seperti: aksi nyopet, aksi nyolong, aksi nodong.

[Sekian dan terima kasih!]

PERANAN ROKOK DALAM USAHA BELA NEGARA (SEBUAH KAJIAN ILMIAH VERSI CARITA CAMPUR ATTU)


Hasil survey abal-abal beberapa hari lalu saat ber-carita campur attu di warung kopi. Obrolan ringan di warung kopi waktu itu membahas sebuah kajian ilmiah tentang PERANAN ROKOK DALAM USAHA BELA NEGARA dan menelurkan beberapa fakta menarik. Tertarik menyimak carita campur attu kami dan mengetahui hasil obrolan ringan di warung kopi, silakan disimak saja kajian ilmiah versi Carita Campur Attu mengenai Peranan Rokok dalam Usaha Bela Negara, jangan diambil hati ya ;)

#1.  Bela Negara dalam menciptakan stabilitas keamanan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Konflik antar suku yang sering dipicu oleh hal sepele juga dapat dicegah dengan rokok. Rokok terbukti mampu menciptakan suasana keakraban. Lihat saja bagaimana para perokok begitu akrab dalam bergaul sambil menawarkan rokok untuk dinikmati bersama. Tampak jelas bagaimana tawa dan cerita membumi mereka menguap melangit bersama kepulan asap rokok dari bibir hitam mereka. Di sana ada cinta dan keakraban yang tulus.
Rokok juga dapat membantu tugas aparat keamanan dalam rangka mengurangi tindak pidana pencurian. Suara perokok batuk berat di malam hari terbukti ampuh untuk mengusir maling yang berniat jahat.

#2. Bela Negara dalam menambah pos APBN/APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Negara/ Anggaran Pendapatan Belanja Daerah)Kegiatan birokrasi negara sangat didukung oleh yang namanya APBN/APBD, namun terkadang, oleh aparat negara yang menjadi pelayan masyarakat, APBN/APBD yang telah dianggarkan terasa masih kurang. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kinerja mereka dalam melakukan pelayanan masyarakat. Adanya "uang rokok" seolah-olah menjadi pos tambahan APBN/APBD yang tentu saja memperlancar segala urusan birokrasi seperti bikin KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, SIM, dan segala jenis surat/administrasi di kantor-kantor dinas.
Tambahan lagi, jika Anda ditilang dan ingin prosesnya cepat dan mudah, sodorkan saja "uang rokok".

#3. Bela Negara dalam hal membantu menambah pundi-pundi penghasilan pajak negara.
Jelas saja, perokok rela mengorbankan jiwa raga dan isi kantong mereka demi membayarkan ongkos cukai rokok. Ini adalah pengorbanan yang patut mendapat perhatian dari pemerintah, bukannya menaruh embel-embel peringatan larangan merokok yang sifatnya malu-malu mau.

#4. Bela Negara mendukung program pemerintah dalam menekan (mengurangi) jumlah penduduk.
Data Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa dalam setiap menit, 60 orang mati karena rokok, 100 juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ini.
Khusus Indonesia, terjadi 1.174 kematian per hari akibat asap rokok. Weleh-weleh..bisa dibayangkan bagaimana pengorbanan jiwa raga para perokok demi mengurangi populasi penduduk yang kian padat.

#5. Bela Negara dalam membantu pemerintah mengurangi (jumlah) orang miskin.
Survey membuktikan, lebih dari 50% perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah. Rata-rata orang miskin membelanjakan lebih dari 25% penghasilannya untuk konsumsi rokok. Hal ini merupakan peluang bagi pemerintah untuk mengurangi (jumlah) orang miskin. Tentu saja jika makin banyak orang miskin yang merokok, maka jumlah orang miskin makin berkurang.

#6. Bela Negara dalam mengurangi pengangguran di suatu negara.
Rokok dengan segala kontroversi yang melatarinya ternyata dapat memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan, pabrik korek, dan perusahaan obat batuk

#7. Bela Negara dengan ikut berpartisipasi di pesta demokrasi
Perokok Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk menduduki kursi pemerintahan dan/atau menjadi wakil rakyat. Tjandra Yoga Aditama, dokter ahli paru-paru di rumah sakit Persahabatan mengungkapkan bahwa sekitar 31,4% atau 72,8 juta jiwa penduduk Indonesia adalah perokok. Bila perokok Indonesia membuat partai akan bisa memenangkan pemilu, karena hasil 31% penduduk Indonesia adalah perokok.

#8. Bela Negara dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia

Rokok bagi kebanyakan penikmatnya sangat berperan besar sebagai bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir atau karya ilmiah atau skripsi atau thesis. Kebuntuan dalam menyusun Tugas Akhir atau stress akibat asistensi berkepanjangan yang belum ACC juta, sementara usia kemahasiswaan telah ternobat lansia dan menjelang MAPALA (Mahasiswa Paling Lama) dapat terselesaikan dengan rileks sejenak menghisap sebatangduabatang rokok sembari mengepulkan asapnya tinggi-tinggi ke angkasa sebagai bentuk luapan masalah. Entah, energi magis dari mana, seiring kepulan asap rokok yang perlahan musnah, musnah jualah segala masalah, dan si MAPALA bisa kembali mendapat inspirasi untuk bahan Tugas Akhirnya.
Seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan di setiap Tugas Akhir.

#9. Bela Negara dalam membantu program KB
Konon katanya, merokok dapat menyebabkan impotensi.

#10. Bela Negara dalam meningkatkan sedekah sesuai anjuran Menteri Agama dan MUI
Bayangkan jika tidak ada perokok, kasihan para pedagang asongan yang berkeliling di bawah terik mentari menjajakan rokoknya. Perokok bisa sedikit bersedekah dan menyisihkan sebagian penghasilan mereka dengan membeli rokok dari para pedagang asongan yang telah banting tulang mencari nafkah untuk anak dan keluarganya. Tak jarang para perokok malas untuk mengambil uang kembalian. Mulia banget ya :)

#11. Bela Negara dalam menciptakan generasi muda penerus bangsa yang bermental baja
Harus diakui jika rokok dapat melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah, karena bagi perokok pemula, merokok bukanlah hal yang mudah. Hanya mereka yang bermental bajalah yang mampu lolos dalam ujian merokok bagi pemula, bagaimana mereka mampu untuk lolos dan tetap bertahan hidup dari batuk-batuk dan tersedak asap rokok.

[annemi nikana carita campur attu]

ASSALAMU ALAIKUM 2012 :)


Kumpulan Pertanyaan 2012
2012
Sudahkah Anda sholat?

Bersiapkah Anda untuk memenuhi 2012 dengan banyak kebajikan?

Berhasilkah Anda menghindari alkohol dan mengalahkan birahi dalam gemerlap pesta tahun baru Anda?

Sudahkan Anda membersihkan sampah jagung bakar, petasan, dan barang lain sisa-sisa pesta pergantian tahun Anda?

Apakah Anda sadar bahwa bumi kian tua dan memerlukan kearifan Anda dalam bertindak terhadap lingkungan, bersikap ramah terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, menghemat pemakaian kertas, dan sebagainya?

Bukan soal resolusi, tapi Anda disiplin dan siap patuh tidak dengan resolusi 2012 Anda?

Benarkah Anda akan bekerja lebih ikhlas dan giat lagi dalam bekerja?

Anda siap menikah dan memiliki anak di 2012?

Sudahkah Anda memberi sedikit sedekah kepada mereka yang benar membutuhkan?

Sudahkah Anda menggosok gigi?

Sudahkah Anda  memberi senyum pada orang di sekitar Anda?

[Sudahkah Anda memiliki kalender 2012?]





MERAYAKAN TAHUN BARU DI BUMI YANG TUA


Tradisi pergantian tahun hampir pasti dipenuhi dengan hiruk-pikuk manusia yang merayakannya dengan penuh kemeriahan, pesta pora di jalan-jalan, kembang api dan terompet bersaut-sautan; Boleh dikata setiap individu merayakannya, dengan gemerlap maupun kesederhanaan. Tak ada yang bisa lolos dari perayaan tahun baru, kalaupun kau tidak memiliki apa-apa sekalipun untuk merayakannya, dentuman bunyi petasan dan gemerlap kembang api yang seolah memenuhi seisi bumi pada tiap sudutnya dan turut membarakan perayaan pergantian tahun di dadamu.
 
Tidak peduli mereka berhasil atau gagal dalam menjalani kehidupan tahun sebelumnya, yang terpenting adalah tahun sudah berubah. Sayangnya, tahun baru tidak digunakan untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan, kesalahan apa yang telah kita perbuat, bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik; Akan tetapi malah dijadikan untuk melupakan segala hal. Inilah ironi yang terjadi di Indonesia, dengan penduduk mayoritas muslim dan katanya memiliki akar budaya yang kuat, namun sayang penduduknya masih gagap dengan budaya dari luar, dan belum mampu bersikap arif dalam menyikapi suatu fenomena.
 
Ironis, merayakan tahun baru di bumi yang tentu saja kian tua, merayakan bergesernya waktu yang tidak lain berarti berkurangnya jatah umur bumi.
Merayakan pergantian tahun bukanlah hal yang sepenuhnya salah jika itu dilandasi oleh keinsyafan bahwa inilah semangat baru untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Tahun kemarin semoga bisa dijadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik di tahun mendatang. Berkomitmenlah dengan diri Anda, di sela dentuman bunyi petasan dan sahut-sahutan terompet, rasakan semangat baru, keinginan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
Berpestalah karena tahun menjadi baru, berpestalah karena Anda telah melewati 365 hari lagi dalam sisa hidup Anda, berpestalah karena Anda akan menghadapi tantangan baru lagi, berpestalah hingga larut malam dan memastikan mendapati dirimu terbangun esok hari digelitik oleh mentari memulai semangat barumu.

[selamat merayakan tahun baru di bumi yang tua]

HARI INI HARI GURU?


lagi tidur ya?
atau lupa bahwa engkau pernah menjadi guru? Eh ralat karena kau tak suka disebut guru! Pendidik? Mungkin sebutan ini sedikit kau suka.
Ya!, kau pernah jadi pendidik, menjadi yang berani tampil di depan puluhan siswa dan beberapa preman.
Tinjumu! kau ingat tinjumu, pernah menembus papan tulis memecahkan kaca jendela, mengagetkan para guru di ruang guru. 
Hmmm, kau ini guru pendidik atau guru karate??
Haha! Kau ingat waktu itu, kamu masih baru jadi pendidik, dikenalkan pada kelas dengan kebanyakan preman dari pada siswa. Jiwamu juga masih muda, hey pemuda, dan dipaksa menghadapi para pemuda berseragam putih abu-abu.
Jiwamu, yang masih muda, belum bisa sabar menghadapi para preman, kau hantam saja papan tulis, hingga pecah tembus hingga kaca jendela ikut pecah, keheningan di ruang guru pun ikut-ikutan pecah.
Pak guru, oh pak guru. Tinjumu itu luar biasa, untung tak ada yang melaporkanmu. Bagaimana bisa dilaporkan ya? Toh yang membuatmu mengeluarkan tinju itu adalah preman yang jelas-jelas juga takut pada polisi. Atau takut padamu, pada tinjumu.
***

Waktu berlalu,
Kau semakin matang jadi guru, mentalmu semakin mantap, menghadapi preman berseragam putih abu-abu bukan lagi hal yang harus dibalas dengan kekerasan.
Kau memilikinya, komunikasi non-verbal yang coba kau komunikasikan ke para preman itu,  mampu mengurangi kenakalannya.
Dan, materi pelajaran pun mudah masuk ke kepala mereka.
Entah karena siswa dan premanmu sadar ingin belajar, atau takut pada sejarah tinjumu.
***

Waktu berlalu,
Kau semakin matang jadi guru, bukan hanya di sisi mental, metode pembelajaranmu itu, mantap coy!!
Yak ada istilah silabus, rpp, kkm, bahkan buku pegangan guru. 
Ya! Kau tak pernah membawa dan mempedomani perangkat pembelajaran tersebut. Di samping karena kau tidak punya karena malas membuatnya karena tak tau cara membuatnya, juga karena kau yakin bahwa sekolah tempat berkumpulnya para preman ini butuh hal yang lebih dari sekadar silabus, rpp, kkm, bahkan buku pegangan guru.
Masih kuingat bagaimana gayamu masuk ke kelas, sangat jauh dari yang namanya rapi, kadang berkaos oblong, selalu hanya memakai sendal, rambut brewok, tak pernah membawa buku, malas mengabsen siswa.
Kau selalu bilang, berbagi ilmu jangan kaku, harus enjoy, peserta didik harus merasa nyaman, santai tapi tetap disiplin, intinya bagaimana materi pelajaran bisa masuk ke otak mereka.
Kau tak perlu buku karena kita bukan budak-budak buku, buku hanya menyampaikan garis besarnya saja, dan kita yang melanjutkan membaginya ke peserta didik dengan bahasa yang semua bisa pahami.
Kau pernah memprotes teman sejawatmu yang selalu bergantung dengan buku, yang terlalu mendewakan buku, katamu, masih bisa ngajar tanpa buku? bagaimana kalau lupa bawa buku, atau bukumu hilang? siswa libur belajar ya? atau periksa catatan saja ya.., bahkan absen saja terus cabut.
Kau tak perlu yang namanya silabus, rpp, kkm, yang kau butuhkan hanyalah bagaimana agar peserta didik bisa tahu kalau belajar itu berguna, penting, kebutuhan, makanan, uang, hidup, masa depan, kesejahteraan, kebahagiaan, keselamatan, pencerahan, dan apapun istilah lainnya karena definisi segala sesuatu itu sifatnya fleksibel menurut pemahamanmu.
Dan, setelah peserta didikmu memahami apa itu belajar, barulah kamu berbagi ilmu, bukan mengajar, tapi saling mengajar. Kau menginsyafi bahwa posisimu saja yang sebagai pendidik, tapi tak menutup kemungkinan, ada di antara anak didikmu yang lebih cerdas darimu, itulah sehingga kau menyebutnya berbagi ilmu, bukan mengajar.
 ***

Waktu berlalu,
Kau bukan lagi pendidik, gajimu sebagai pendidik tak mampu memenuhi kerakusanmu, atau memang penghargaan untuk para pendidik yang masih bersatus honorer alias tak jelas memang masih sangat minim, ilmumu hanya dinilai Rp 4000 per jam, utuh jika beruntung tak kena potongan liar.
Katamu, jangan mau  dibilang pahlawan tanpa tanda jasa! Guru, pendidik, pengajar, Oemar Bakri, atau apalah namanya harus dihargai selayak-layaknya penghargaan, karena dari merekalah terbangun generasi-generasi yang tercerahkan.
Kau memilih membagi ilmumu di tempat lain yang kau anggap sedikit mampu memenuhi kerakusanmu.

[terima kasih pak guru atau apalah identitasmu, semoga hari guru bukan sekadar ceremonial belaka, tapi sebuah gerakan untuk mensejahterakan kehidupan para guru]

MAKASSAR ADA DI MANA-MANA

Siapa yang tak kenal Makassar, ibukota propinsi Sulawesi Selatan. Namun bukan hanya itu, Makassar ternyata ada di mana-mana. Ini ada kaitannya dengan sejarah zaman lalu. Sejauh itukah orang Makassar bermigrasi dan membawa nama daerahnya?

Dimulai dari yang terdekat (meskipun ini sebenarnya jauh, masih harus mendaki gunung melewati lembah, hehe). Kelurahan Makassar Barat, kecamatan Ternate Tengah, Ternate, Propinsi Maluku Utara. Kemudian masih di Propinsi Maluku Utara, kecamatan Ternate Tengah terdapat Kelurahan Makassar Timur.

Bertolak ke wilayah barat Indonesia, Kampung Makassar ada di Jakarta Timur, kawasan ini meliputi wilayah kelurahan Makassar dan sebagian dari wilayah Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Kramat Jati, Kotamadya Jakarta Timur.

Kenapa disebut Kampung Makassar?
Konon ceritanya begini, Perjanjian Bungaya yang menjadi akhir Perang Makassar menyebutkan bahwa Gowa harus mengirimkan 1000 budah pria dan wanita ke Batavia. Di bawah pimpinan Daeng Matara, tempat yang kini disebut Kampung Makassar menjadi pemukiman budak yang dikirim ke Batavia. Ini terjadi sekitar tahun 1686.

Singkat cerita, mereka pun melanjutkan hidup di tempat yang baru. Salah seorang putri Daeng Matara diperistrikan Pangeran Purbaya dari Banten.

Orang-orang Makassar yang dikenal sebagai petarung juga dijadikan pasukan bantuan dan dilibatkan dalam berbagai peperangan yang melibatkan kompeni VOC di berbagai kawasan Nusantara.

Bolak-Balik, kita ke Timor Leste, negara yang dulu merupakan bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Terdapat Pante Makassar (Pante Macassar), letaknya di pantai utara Timor Leste, 281 km di sebelah barat Dili (ibu kota negara itu). Kota Pante Makassar merupakan ibu kota eksklave Oecussi-Ambeno.

Pante Makasar, menunjuk kepada perdagangan di masa lampau yang terjadi dengan Makassar di Sulawesi. Kalangan masyarakat setempat menyebut Pante Makassar sebagai “Oecussi” yang secara harfiah berarti “meriam air”. Nama ini dulunya adalah nama salah satu dari dua kerajaan. Yang lainnya adalah Ambeno.

Perjalanan di lanjutkan ke Cape Town Afrika Selatan (cape' juga ya..), siapa sangka di sana ada Kota Makassar (hmmm, serasa di kampung sendiri). Makassar adalah kota kecil di Afrika Selatan, tidak jauh dari Strand dan Somerset Barat (wilayah apapula itu). Sejarah kota kecil ini terkait erat dengan sosok sufi pejuang asal Gowa, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf Tajul Khalwati, yang wafat di Macassar, Cape Town pada tahun 1626. Makamnya ditemukan di sana. Beliau adalah pahlawan nasional asal Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia yang berjuang bersama Sultan Ageng Tirtayasa melawan kompeni VOC Belanda di Banten, kemudian ditangkap dan diasingkan ke Srilanka (Ceylon) dan Afrika Selatan pada tahun 1694 dan menamakan tempat mendarat pertama kalinya itu dengan sebutan Makassar.

Oleh penduduk Muslim Afrika Selatan, Makam Syekh Yusuf Tuanta Salamaka dijadikan tempat suci untuk berziarah kubur.

Dari Kota Makassar di Cape Town Afrika Selatan, perjalanan dilanjutkan ke desa. di Mozambik terdapat Desa Makassar. Desa Makassar adalah sebuah desa di Ancuabe Kecamatan di Propinsi Cabo Delgado di kawasan timur laut Negara Mozambik.

Makassar ada di mana-mana, tak terbatas tempat. Semangat, keramahan, keberanian, adat, ketangguhan Makassar ada di mana-mana. Itu pasti!

[Makassarku', Makassarnu, Makassarta']

KUMPULAN FILM HOLLYWOOD DENGAN SUBTITLE MAKASSAR


Ada kabar gembira bagi Anda orang Makassar pecandu film Hollywood, kabarnya beberapa film hollywood yang berhasil menembus box office dibuatkan versi Makassarnya lengkap dengan subtitle bahasa Makassar bertulisan lontara'.
Berikut daftar fim-film yang kini telah dapat dinikmat di bioskop-bioskop di kampung Anda:
 
2012 - Carita Campur Attu'
Carita Campur Attu' secara bahasa cerita campur kentut yang intinya adalah omong kosong. Mengapa film 2012 diterjemahkan menjadi carita campur attu', mungkin karena film ini memang omong kosong.

After The Sunset – Sa'ra' Allowa
Sa'ra' Allowa, sore hari, jelang Magrib, waktu antara sore menuju malam.

American Pie - Tumpi-tumpi
Tumpi-tumpi adalah salah satu kuliner khas Makassar, terbuat dari tepung, kelapa parut, yang dipanggang di atas wajan. 

Bad Boys - Anak Kumbala'
Anak Kumbala' berarti anak nakal. Amerika memang tak kalah dengan Makassar soal anak kumbala', simmami pa'bambangan na tolo.

Bandits - BajingangBajingang dapat diartikan sebagai orang jahat, penjahat.

Blow Fish - Juku' Buntala'
Juku' Buntala' adalah bahasa Makassar dari ikan kembung, ikan yang paling dibenci oleh para pemancing.

Die Hard – Tena mate na
Tena mate na berarti tidak ada matinya

Die Hard II - Ku kana memang tena mate na
Ku kana memang tena mate na, haha.., artinya kurang lebih begini, sudah kukakatan tidak ada matinya. Ini sedikit menggambarkan kekesalan dengan keluarnya film Die Hard II, sudah dibilang tidak ada matinya, kok dipaksakan lagi keluar Die Hard II, Kukaka memang tena matena, haha..

Dumb and Dumber - Tau Dongo
Tau Dongo adalah sebutan dalam bahasa Makassar untuk orang bodoh. Tolona anne kaue, ero' ripattolo-toloi, tambah tolo mako tolo. (Kenapa kamu begitu bodoh, mau dibodoh-bodohi oleh orang bodoh, kamu tampak tambah bodoh deh)

Farenheit 9/11 – Kabussangngang
Kabussangngang berarti kegerahan, haha, maeko a'je'ne punna bussang (pergi mandi jika kegerahan)

Fearless - Tubarani
Tubarani adalah sebutan dalam bahasa Makassar untuk orang berani, pemberani. Hmmm, ini memang cocok untuk Makassar, ewako!!

Gone With The Wind – Anging Mamiri
Anging mamiri berarti angin semilir, bisa juga angin berhembus. Salah satu judul lagu daerah Makassar.

Heroes - Tolo' na
Tolo'na dapat diartikan sebagai pahlawannya, sang pahlawan.

Home Alone – Samme'
Samme' adalah bahasa Makassar untuk menjelaskan kondisi sepi, sunyi, tidak ramai.

Hulk – Daeng Gassing
Daeng Gassing, secara bahasa 'Daeng' adalah gelar untuk laki-laki dewasa Makassar, dapat diartikan sebagai kakak, orang yang lebih tua, abang. 'Gassing' berarti kuat. Hmmm, Daeng Gassing, Daeng Kuat, Hulk??

Independence Day – Maradekayya
Maradekayya = merdeka

Liar Liar - Pabote'
Pabote' adalah sebutan dalam bahasa Makassar untuk orang yang suka berbohong, pembohong.

Lord of the Ring - I Dato' Cingcing
I Dato' Cingcing = raja cincin, hahaha, pabalu' cincing kapang..

Lost – Lingu
Lingu = bingung, hilang, bingung mencari sesuatu

Men In Black – Tau Le'leng
Tau Le'leng, artinya orang hitam

Mission Impossible – Jama-jamang Bukku'
Jama-jamang Bukku' istilah dalam bahasa Makassar yang berarti kerjaan bungkuk, ungkapan untuk menjelaskan kerjaan yang sangat sulit.

Rocky – Bantimurung
Bantimurung = (napassana, tena nyambung anu!), bantimurung adalah tempat wisata air terjun di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Romeo and Juliet - I Baco na I Basse
I Baco na I Basse = Baco (anak laki-laki) dan Becce (anak perempuan)

Shaolin - I Bota'
I Bota' adalah bahasa Makassar untuk orang botak.

Silence of The Lambs – Bembe Garring
Bembe Garring = Kambing sakit, sesuai dengan judulnya, kambing yang diam dan tak bersuara diidentikkan sebagai kambing sakit.

Storm – Gunturu' na Kila'
Gunturu' na Kila' = Guntur dan Petir

Take The Lead – Cinna dudu acCaleg
Cinna dudu acCaleg, bisa diartikan orang yang sangat ingin jadi caleg

The Awakening – Parondayya
Parondayya = peronda malam

The End of Days – Allo Kiama'
Allo Kiama' = hari kiamat

The Terminal – Daya'
Daya' adalah nama salah satu terminal di Makassar. Ada juga terminal Malengkeri.

Twins - I Kamba'
I Kamba' adalah sebutan dalam bahasa Makassar untuk anak yang kembar

XMen – Kawe-kawe
Kawe-kawe berarti banci, lelaki yang berperilaku seperti perempuan.

[annemmi ni kana carita campur attu']

BAJU BODO DULU, SEKARANG, DAN NANTI

Malabbiri memang tongngi
Tulolona Sulawesi
Mabbaji ampe mabbaji ampe
Alusu' ri pangadakang

Tulolona Sulawesi..
Tulolona Sulawesi..

Malabbiri memang tongngi
Tulolona sulawesi
Mabbaju bodo mabbaju bodo
Nakingking lipa' sabbena.

Baju bodo adalah baju tradisional khas kaum perempuan Bugis-Makassar-Mandar. Tak ada literatur yang cukup jelas menceritakan siapa penemu baju bodo ini. Yang jelas baju bodo senantiasa menghiasi pesta-pesta adat dan acara pernikahan suku Bugis-Makassar-Mandar.

Menurut adat Bugis, setiap warna baju bodo yang dipakai melambangkan usia ataupun derajat pemakainya. Bagi anak-anak perempuan yang mencapai usia 10 tahun, warna baju bodonya adalah warna jingga. Kemudian untuk anak gadis berusia 10 sampai 14 tahun warna baju bodonya adalah warna jingga dan merah. Perempuan yang berusia 17 sampai 25 tahun warna baju bodonya adalah warna merah. Baju bodo berwarna putih digunakan para inang atau dukun, sedangkang para bangsawan menggunakan baju bodo berwarna hijau. Ungu merupakan warna baju bodo untuk janda.


Saat ini, seiring berkembangnya fashion, baju bodo juga telah mengalami banyak perkembangan. Dulu baju bodo masih sangat sederhana, bentuknya segi empat dan tanpa lengan. Dulu, baju bodo bisa dipakai tanpa penutup payudara. Hal ini diceritakan James Brooke (yang kemudian diangkat sultan Brunei menjadi raja Sarawak) tahun 1840 saat dia mengunjungi istana Bone :
"Perempuan [Bugis] mengenakan pakaian sederhana... Sehelai sarung [menutupi pinggang] hingga kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memperlihatkan payudara dan leluk-lekuk dada."  

Rupanya cara memakai baju bodo ini masih berlaku di tahun 1930-an. Kain yang digunakan adalah dari jenis kain yang jarang. Namun, sekarang baju bodo tidaklah sesimple itu. Sebutan baju bodo modern mungkin telah cukup membantu Anda membayangkan bagaimana perkembangan baju bodo. Mulai dari jenis kain, telah ada banyak pilihan jenis. Baju bodo modern juga telah dimodifikasi dengan menambahkan lengan. Perhiasan sebagai asesoris pelengkapnya pun kini kian banyak pilihan. 


Lalu nanti?
Entahlah, secara fashion memang akan banyak improvisasi yang mungkin akan dialami oleh 'baju bodo'. Tapi, ada satu hal yang perlu digaris bawahi tentang baju bodo dulu, sekarang, dan nanti. Dulu, baju bodo dikenakan oleh para perempuan ke pesta. Sekarang, baju bodo hanya dikenakan oleh pengantin perempuan, penjemput tamu di acara pernikahan. Dan nanti? Akankah baju bodo terkikis zaman?

[Malabbiri memang tongngi, Tulolona sulawesi]

PINISI, BUKTI KETANGGUHAN PELAUT MAKASSAR


Sudah sejak dahulu, suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan terkenal sebagai pelaut yang ulung dan pemberani. Mereka memiliki alat transportasi laut yang tentu saja sudah terkenal sejak berabad-abad lalu. Perahu Pinisi, ya, perahu inilah yang menjadi tunggangan mereka dalam menaklukkan ganasnya lautan dan samudra luas.
 
Dalam naskah Lontarak I Babad La Lagaligo, diceritakan bahwa Perahu Pinisi sudah ada sekitar abad ke-14 M. Perahu yang kini bernama Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu, yang bahannya diambil dari pohon welengreng (pohon dewata), pohon yang terkenal memiliki kayu sangat kokoh dan tidak mudah lapuk. Sebelum pohon tersebut ditebang, konon katanya terlebih dahulu harus dilaksanakan upacara khusus agar penunggunya bersedia pindah ke pohon lainnya. Sawerigading sengaja membuat perahu tersebut karena ingin berlayar menuju negeri Tiongkok demi meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai. Singkat cerita, usaha dan kerja keras Sawerigading membuahkan hasil, beliau berhasil memperistri Puteri We Cudai dan tinggal di negeri Tiongkok untuk beberapa lama. Waktu terus berlalu, Sawerigading merasakan rindu kepada kampung halamannya. Jarak yang bermil-mil jauhnya ternyata kian memperkuat rasa rindu akan kampung halaman itu. Akhirnya, dengan menggunakan perahunya yang dulu, ia berlayar pulang ke Luwu. Namun sangat disayangkan, ketika perahunya akan memasuki pantai Luwu, tiba-tiba gelombang besar menghantam perahunya hingga pecah. Karena aliran air laut, pecahan-pecahan perahunya terdampar di tiga tempat di wilayah Kabupaten Bulukumba (sebuah daerah yang letaknya di sebelah utara kota Makassar), yaitu di Kelurahan Ara, Tana Beru, dan Lemo-lemo. Oleh masyarakat dari ketiga kelurahan tersebut yang menemukan bagian-bagian perahunya kemudian merakit kembali menjadi sebuah perahu yang megah dan dinamakan Perahu Pinisi.
Hingga saat sekarang ini, Kabupaten Bulukumba masih dikenal sebagai produsen Perahu Pinisi, dimana para pengrajinnya tetap mempertahankan tradisi dalam pembuatan perahu tersebut, terutama di Keluharan Tana Beru.
 
Bagi Anda yang ingin melihat langsung proses pembuatan perahu Pinisi, Anda bisa langsung ke Pusat Kerajinan Perahu Pinisi di Tana Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Terletak sekitar 176 kilometer dari Kota Makassar atau 23 kilometer dari Kota Bulukumba. Perjalanan dari Kota Bulukumba ke Tana Beru dapat ditempuh dengan menggunakan mobil pribadi maupun angkutan umum berupa pete-pete (mobil mikrolet). Dijamin Anda akan berdecak kagum melihat kepiawaian para pengrajinnya membuat Perahu Pinisi. Bayangkan saja, hanya dengan bermodalkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek moyang mereka, tanpa gambar dan kepustakaan tertulis; Mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah. Sejarah telah menceritakan bukti bahwa pada tahun 1986, Perahu Pinisi Nusantara telah berhasil berlayar ke Vancouver Kanada, Amerika Serikat. Maka tak ada yang salah jika kabupaten Bulukumba mendapat julukan sebagai Butta Panrita Loppi, bumi atau tanah para ahli pembuat perahu Pinisi. 


Jika Anda mendalami proses pembuatan Perahu Pinisi, Anda akan menemukan keunikan di dalamnya, proses pembuatannya memadukan keterampilan teknis dengan kekuatan magis. Tahap awal dimulai dengan penentuan hari baik untuk mencari kayu (bahan baku). Hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 pada bulan yang sedang berjalan. Angka 5 menyimbolkan naparilimai dalle‘na, yang berarti rezeki sudah di tangan, sedangkan angka 7 menyimbolkan natujuangngi dalle‘na, yang berarti selalu mendapat rezeki. Tahap selanjutnya adalah menebang, mengeringkan dan memotong kayu. Kemudian kayu atau bahan baku tersebut dirakit menjadi sebuah perahu dengan memasang lunas, papan, mendempulnya, dan memasang tiang layar. Tahap terakhir adalah peluncuran perahu ke laut.


Perlu digarisbawahi, bahwa pada tiap-tiap tahapan proses tersebut selalu diadakan upacara-upacara adat tertentu. Sebelum perahu Pinisi diluncurkan ke laut untuk yang pertama kalinya, terlebih dahulu dilaksanakan upacara maccera lopi (mensucikan perahu) yang ditandai dengan pemyembelihan binatang. Binatang yang disembelih bisa kambing bisa sapi. Penentuan jenisnya berdasarkan bobot perahu. Jika Perahu Pinisi itu berbobot kurang dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor kambing, dan jika bobotnya lebih dari 100 ton, maka binatang yang disembelih adalah seekor sapi.

[Pinisi jie...]

CELEBES, ASAL USUL NAMA SULAWESI, PA'RASANGANTA


Sulawesi, sebuah pulau yang memiliki letak strategis sebagai jalur perdagangan karena berada di tengah-tengah Indonesia. Bentuknya unik, seperti huruf K. Secara geografis, Sulawesi dilalui oleh garis meridian 120 derajat Bujur Timur, dan juga terhampar dari belahan bumi utara sampai selatan. Pada dokumen dan peta lama, pulau ini dituliskan dengan nama ‘Celebes’.

Secara bahasa, nama Sulawesi kemungkinan berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’ yang menurutnya banyak ditemukan di sekitar Danau Matana.

Pendapat lain menceritakan bahwa dulu ketika para pelaut Portugis singgah di Makassar, mereka menemui Raja Gowa untuk memohon izin berlayar sekaligus menanyakan nama daerah ini (Sulawesi). Pada saat itu, Sang Raja sedang membersihkan badiknya (sele'). Ketika orang Portugis bertanya nama daerah ini dalam bahasa Portugis, Sang Raja yang tidak mengerti bahasa Portugis hanya bisa memperkirakan maksud pertanyaan tersebut. Dikira-kiranya bahwa orang Portugis tersebut menanyakan benda apa yang ada di tangan Sang Raja. Sang Raja pun menjawab SELE' BASSI. singkat cerita, orang Portugis ini pun mencatat nama SELE' BASSI untuk menamai daerah kita (Sulawesi), dan mereka lebih mudah menyebut kata SELE' BASSI dengan sebutan CELEBES.

Hikayat lain tentang asal usul nama ‘Celebes’ dalam Bahasa Bugis adalah:
Wettu rioloE, wettu pammulanna engka to macellaE gemme’na, no pole lopinna ri birittasi’E, lokka i makkutana ko to kampongE. To kampong E wettunna ro, na mapparakai lopinna, masolang ngi engsele’na. Na wettunna makkutana i to macella’E gemme’na, to kampong E de’ na pahang ngi, aga hatu na pau. Kira-kira pakkutanana yaro to macella’E gemme’na, mappakkoi: “Desculpar-me, qual é o nome deste local?” Yero to kampongE, naaseng ngi kapang, “agatu ta katenning?”. Mabbeli adani to kampongE, “Sele’bessi”. Pole mappakoni ro, na saba’ asenna ‘Celebes’.

Yang dalam terjemahan bebas artinya kurang lebih begini:
Pada waktu lampau, pada saat pertama kali rombongan orang yang berambut merah turun dari perahu dan menghampiri penduduk setempat yang sedang bekerja membuat perahu. Pimpinan rombongan tersebut bertanya mungkin dalam bahasa Portugis yang tidak dimengerti, mungkin bertanya ‘Apa nama tempat ini?’ Penduduk yang ditanyai, karena tidak paham, hanya mengira-ngira mungkin dia ditanya benda apa yang sedang dia pegang? Dengan spontan penduduk tersebut menjawab ‘Sele’bessi’ yang artinya engsel besi. Sejak saat itu, pimpinan orang yang berambut merah mencatat lokasi yang mereka datangi bernama daerah ‘Celebes’.

Alfred Russel Wallace dan Snellius (Universitas Leiden) pernah melakukan ekspedisi ilmiah terkait dengan Sulawesi. Dalam penelitiannya, Alfred Russel Wallace mengemukakan suatu garis pembatas tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia. Sedangkan Sneliius meneliti tentang kondisi bawah permukaan sekitar Sulawesi sampai Maluku. Kedua ekspedisi ilmiah pada zaman tersebut menggunakan nama 'Celebes'.

Ada hal yang menarik dari cerita di atas, ternyata masyarakat lokal pada waktu itu secara tak sengaja ternyata telah memberikan nama ke pulau tempat mereka berdiam. Sehingga untuk hal ini, Celebes yang merupakan eksonim untuk pulaunya Sang Pelaut ini. Dan dari kata 'Celebes' ini kemudian berevolusi menjadi ‘Sulawesi’ yang menjadi endonim sampai saat ini.

[Sulawesi Pa'rasanganta]

SEJENAK MENIKMATI SENJA DI PELABUHAN MAKASSAR, NEGERI PARA PELAUT

Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani bangkit sekarang
Ke laut kita beramai-ramai
Senja itu, para awak terlihat sibuk mondar-mandir di atas kapal tanpa layar. Mereka bersiap berangkat melaut malam ini. Dalam rona merah mentari yang siap meninggalkan harinya, kapal itu makin lama, terlihat makin kecil menjauh dari pandangan. Ada asa dan harapan untuk hasil tangkapan yang banyak. Pulang dengan senyum demi sesungging senyum anak dan istri.

Lain cerita dengan Daeng Gassing. Kapalnya masih terapung-apung di sisi kanan dermaga tampak masih tertambat. Para awaknya masih terlihat belepotan minyak ‘mengurusi’ mesin kapal yang sepertinya sudah soak. Dengan gaya bicara khas orang pesisir, Daeng Gassing meneriaki anak buahnya untuk kian bergegas.
"Ngapana antu nu sallo kamma, tippa'mako punna teako kabangngiang, lari ngasengmi antu kau jukuka!"
"Kenapa begitu lama, cepatlah agar kita tidak kemalaman, ikan-ikan sudah pada pergi!"

Itulah sedikit gambaran nelayan tradisional di pelabuhan tua di Makassar. Tak goyah oleh besarnya ombak modernisasi. Tak gentar oleh kapal-kapal besar yang parkir dari berbagai negara dengan peti kemasnya, masih juga ada pemandangan nelayan-nelayan perkasa yang masih mengandalkan laut sebagai objek ekonomi utamanya. Nah, di situlah keunikannya, wajah Makassarta'.

"Kualleangi Tallanga Natowalia"
*
"Lebih Kupilih Tenggelam (di lautan) daripada Harus Kembali Lagi (ke pantai)"

*tulisan tersebut terdapat pada lambang propinsi Sulawesi Selatan dengan tulisan lontara'.

Mereka adalah refleksi keperkasaan nenek moyang kita sebagai bangsa Indonesia. Pelaut yang akan terus melanjutkan pelayaran demi menghidupi anak dan istri. Lebih memilih tenggelam daripada harus kembali tanpa hasil.

"Pajappami tippa', la ni palabbusi juku' ri tamparang luaraka!"
"Ayo kita jalan, akan kita habiskan seluruh ikan di lautan luas!"

Akhirnya mesin kapal Daeng Gassing berhasil 'bersuara', seolah menampilkan diri pada empunya bahwa 'dia' memang sudah tua, tapi masih mampu mengarungi lautan luas sekalipun. Mereka pun bergegas menuju laut lepas. Perlahan gemuruh suara mesin kapal pun menghilang seolah tertelan angin laut yg beku di senja menuju malam itu.

Bertolak dari pelabuhan. Anda akan dikejutkan oleh keindahan pantai Losarinya yang kini telah ditata dengan rapi oleh pemerintahan setempat. Bukti pelengkap bahwa kota ini (Makassar) merupakan kawasan yang memenuhi standar kelayakan untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Makassar oh Makassar, kota yang sedari dulu terkenal sebagai sebuah kota pelabuhan. Masyarakat ramah dan santun. Dialeknya memang terkesan kasar, tapi coba menyelami lebih dalam, aslinya mereka benar-benar ramah dan santun. Adat yang mengajarkan mereka 'keras' tapi itu dibatasi pada pembelaan diri. Siri' na pacce, harga diri orang Makassar memang di atas segalanya. Tapi keramahan adalah warna pergaulan mereka. 


Saat ini Makasar tak sekedar menjadi sebuah pelabuhan kelas nasional, namun telah dipersiapkan sebagai pelabuhan laut dunia. Makassar harus siap menjadi sebuah kota dengan tingkat keterbukaan terhadap pendatang yang tinggi. Maka bagi anda pecinta wisata bahari, belum lengkap rasanya bila anda masih belum menjejaki tanah para pelaut ini.

[Ewako Makassar!]

BERBURU CAKAR DENGAN CAKAR DI BURSA CAKAR


Buat Anda yang ingin hemat, tapi tetap memperhatikan penampilan, Obrolan ringan di warung kopi kita kali ini cocok untuk Anda.

Masa iya??

Tentu saja iya :)

Dengan modal kelincahan Anda berburu pakaian cakar (cap karung) alias pakaian bekas, Anda dapat memperoleh pakaian berkelas dengan kualitas yang tak diragukan lagi.

Pakaian bekas?!

Iya, pakaian bekas produksi dari pabrik atau rumah-rumah mode di Korea, Australia, Amerika, Eropa, dan Jepang dapat dibeli dengan harga hanya Rp 50.000 per potong bahkan lebih murah jika Anda memiliki bakat membanting harga (menawar).

Layak pakai tidak??

Hoho, ini jangan ditanyakan, kondisinya mulus, kualitasnya terjamin. Harus diakui, kualitas produksi pakaian dari luar memang masih lebih bagus. Kita bicara merk deh... :)

Iya, ber-merk tidak?

Untuk Anda yang gila merk, memang di sini tempatnya. Mau merk apa? Kenzo, Armani, Corocodile, Gucci, Leonardo, Givency, Slazenger, Audi, Edwin, IVL, Adidas, dan lain-lain. Celana bermerk berharga jutaan di pasaran umum, seperti Levis, Wrangler atau BMW dapat diperoleh dengan harga hanya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per buah, bahkan lebih murah jika Anda memiliki bakat membanting harga.

Wah..wah.. wah.., ada paket ekonomis nih untuk menambah asesoris ketampanan :D

Saya tambahkan lagi, selain pakaian (baju dan celana), juga terdapat produk luar negeri lainnya, seperti berbagai jenis, model dan merk sepatu, jaket, switter, jas (laki-laki dan perempuan), rain coat, rim, kaos oblong, pakaian anak-anak, topi, gorden, ambal (karpet), dasi, kaos kaki, bahkan buat Anda yang suka mencuri pakaian dalam wanita di jemuran, di stop deh, karena di bursa cakar juga ada tersedia, halal.
Harganya, ya….tetap ‘miring’ sampai duapuluh kali ‘lebih murah’ dibanding produk dengan merk dan kualitas sama.

Langsung tkp-nya Daeng..

Di Makassar, ada Sentral Cakar Ratulangi (SCR), di jalan Ratulangi. Bursa cakar di jalan Gunung Bawakaraeng. Bursa Cakar ‘Daimaru’ di Jl. Andalas, Bursa Cakar Roberta dan Eks Jujur Jaya di Jl. Gunung Bawakaraeng, serta menempati puluhan lodz di Pasar Sentral Toddopuli Kota Makassar. Selain ada juga yang membangun stand baru khusus untuk Bursa Cakar, seperti di Bursa Cakar Jl. Alauddin dan Bursa Cakar di jalan Batu Raya. Bahkan bekas Hotel Makassar City (d/h. Hotel Raoda) di Jl. Khairil Anwar pernah menjadi lokasi perdagangan Bursa Cakar terbesar di Kota Makassar.

Sejarah awal mulanya bagaimana?

Hmmm, tidak ada yang tahu pasti sejarah asal muasalnya bagaimana, tapi menurut cerita dari mulut ke mulut, bursa Cakar mulai dikenal di Kota Pangkajene, ibukota Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Provinsi Sulsel pada tahun 80-an. Sejumlah pedagang di daerah tersebut memperoleh bahan-bahan pakaian bekas dari luar negeri — mulanya hanya jenis baju kemeja, yang dibeli dari para pedagang di Pulau Wanci (kini Kabupaten Wakatobi) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemungkinan masuknya dari pelabuhan di kota Pare-Pare, kotamadya yang letaknya berdekatan dengan kabupaten Sidrap.

Di wilayah Sulawesi Tenggara perdagangan pakaian bekas ini dikenal dengan istilah Pasar ‘RB’ (RB singkatan dari kata ‘Rombengan’). Tapi karena perdagangan pakaian bekas ini dilakukan dengan cara penjualan Bal per Bal. Maksudnya, tidak dijual satu per satu, tapi harus per karung (bal) berisi hingga 300 potong kemeja bekas yang masih dalam kondisi disegel dari Negara asalnya. Maka kemudian pedagang dan masyarakat di Kabupaten Sidrap menyebutnya sebagai pakaian ‘Cap Karung’.


Dalam perkembangannya kemudian, sebutan pakaian ‘Cap Karung’ itu disingkat sebagai ‘Cakar’. Istilah itu dianggap cocok, sebab awal dari perdagangan pakaian bekas ini di Sidrap, para pembeli seolah saling cakar berebut untuk memilih pakaian-pakaian yang cocok dan baik ketika baru dibuka dari bal-nya. Umumnya pembeli yang kemudian berdatangan dari berbagai kabupaten tetangganya Sidrap, seperti dari Kabupaten Wajo, Soppeng dan Pinrang antusias untuk membeli Cakar yang baru dibuka langsung dari bal-nya.

Belakangan, perdagangan ‘Cakar’ yang diminati warga merambah ke semua wilayah kabupaten/kota hingga ke wilayah pelosok di Provinsi Sulawesi Selatan. Termasuk pada akhir tahun 90-an mulai menerobos dan justru diminati warga di Kota Makassar. Tak heran jika perdagangan atau ‘Bursa Cakar’ ini tak hanya hadir mewarnai dinamika perdagangan pasar-pasar tradisional di Kota Makassar, seperti di Pasar Terong, Pasar daya, Pasar Cidu (Tinumbu), Pasar Karuwisi, dan Pasar Maricaya.

Bursa Cakar di Kota Makassar ini juga merupakan bagian dari wajah asli Indonesia kita saat ini. Indonesia dan Makassar dengan segala keunikannya :)

[annemi nikana lammoro' nammassori]

 
carita campur attu | pacarita | obrolan ringan di warung kopi powered by blogger.com
Design by Carita Campur Attu Blogger Templates