Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

MENULIS TANPA KOPI


Menulis tanpa kopi itu memang terasa aneh, jauh dari perasaan puas, rasanya tidak begitu berjuta-juta! Seperti yang saat ini saya lakukan: menulis tanpa kopi.

Selalu saja ada yang kurang, karena wewangian aroma kopi itu benar-benar bagai mega awan yang membalut segenap galau melanda. Wewangian kopi itu seperti aroma surgawi yang memabukkan, mampu menarik urat senyum di wajahmu, dan menjadikan sepanjang harimu berseri-seri,berjuta-juta!

Menulis tanpa kopi itu--bagai berkendara motor matic, tidak ada aktivitas pemindahan gigi manual setiap engkau akan berbelok di tikungan, tidak ada penurunan gigi di lampu merah atau saat melaju di jalan menanjak.
Dalam menulis, itu seperti tidak ada tegukan kopi nikmat, saat engkau sejenak berhenti menulis untuk sekadar menengok ide yang mungkin melekat di langit-langit kamar.

Di mana kan kau temukan imajinasi yang terkadang menguap bersama uap hangat kopi yang begitu wangi? Jika di atas meja menulismu, tak ada secangkir kopi hangat yang bagai lokomotif mengepul-ngepulkan asap wanginya?
Di mana kan kau temukan imajinasi yang terkadang mengerak bersama ampas kopi yang mengering? Jika di atas meja  menulismu, tak ada ampas kopi yang membisu--seolah telah menjadi saksi bagaimana kau habiskan waktumu saat itu--bersama teman, rekan kerja, teman trader atau bahkan sendiri.

Dan.
Menulis tanpa kopi harus dihentikan, karena kini telah terparkir manis segelas kopi hitam di atas meja kerjaku.

[dan. Hanya aku dan kopi]



JANGAN CINTA PRODUK DALAM NEGERI


Carita campur attu kali ini mungkin sedikit kontroversial, Jangan Cinta Produk Dalam Negeri. Lho, kok gitu sih?
Iya, Jangan Cinta Produk Dalam Negeri! Dan ini beberapa alasan untuk Anda agar jangan sekali-kali mencintai produk dalam negeri:

#1. Bensin atau premium dan listrik yang Anda konsumsi setiap hari itu diberikan oleh pemerintah dengan TIDAK IKHLAS.

Ini bukan tanpa fakta, bagaimana pemerintah tiap tahunnya berusaha mengurangi subsidi bensin untuk rakyatnya, bahkan lebih rela untuk menganggarkan spanduk dengan tulisan: "PREMIUM HANYA UNTUK ORANG TIDAK MAMPU", hmmm.. kejam sekali bangsa ini terhadap rakyatnya.
Beralih ke listrik, PLN (Perusahaan Listrik Negara) selalu mengeluh rugi karena produk listriknya dipakai terus oleh rakyat. Bilang saja kalau mau menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan tidak rela listrik-mu dibeli 'murah' oleh rakyat.

#2. Ikan dan Ayam berformalin
Ini juga bukan tanpa fakta, telah banyak ditemui pedagang-pedagang nakal yang menambahkan formalin pada ikan ataupun ayam dagangannya, ini tentu saja akan berakibat buruk bagi kesehatan. Akh, buat apa juga engkau jual racun dengan harga murah kepada kami!? Kami tak punya cukup banyak uang untuk membayar biaya rumah sakit, karena orang miskin dilarang sakit.

#3. Sapi dan Ayam dipompa
Bukan hanya ban yang dipompa. Untuk menambah bobot kiloan sapi dan ayam dagangan, terkadang dari mulut sapi yang masih hidup dimasukkan air dengan selang. Pada ayam, dilakukan pada ayam yang telah dipotong dengan bantuan selang infus.

#4. Ikannya bau lumpur
Lho, kok bisa? Iya, lumpur lapindo yang sampai saat ini menjadi kepasrahan pemerintah sebagian besar dialirkan ke laut. Weleh-weleh, hanya orang goblok yang membuang sampah lumpur ke laut, itu sama saja dengan mengalirkan racun ke habitat laut. Ikanku bau lumpur.

#5. Karena produk dalam negeri itu pada dasarnya tidak ada
Ya, produk dalam negeri pada dasarnya tidak ada, yang ada itu produk blesteran. Mobil ESEMKA itu bukan produk murni Indonesia, sebagian besar onderdilnya berasal dari luar negeri dan dirakit di dalam negeri. Laptop SMK Relion juga bukan produk murni Indonesia, seluruh onderdilnya berasal dari China dan dirakit di dalam negeri.

#6. Karena cinta tak harus memiliki
Karena cinta tak harus memiliki, maka gerakan cinta produk dalam negeri sebenarnya menyengsarakan para pedagang. Kita disuruh mencintai produk dalam negeri, sementara cinta tak harus memiliki, berarti produk yang dijual para pedagang tak harus dimiliki alias dibeli. Lho?!

Sekian dulu carita campur attu kita kali ini yang berisi himbauan untuk Jangan Cinta Produk Dalam Negeri! Pasti banyak yang kesal dengan artikel ini, tapi coba dicerna dengan akal sehat bahwa ini sebenarnya adalah kritik membangun bagi pemerintah agar lebih memperhatikan rakyat kecil, agar lebih memperhatikan perlindungan terhadap konsumen, agar lebih mendahulukan kepentingan rakyat jika ingin mengambil sebuah kebijakan. Subsidi jangan setengah hati oom, harus ikhlas biar berberkah. 

Pacarita tidak cinta produk Indonesia, tapi membeli dan mengkonsumsi dengan cerdas.
Jangan cinta produk Indonesia, tapi beli produk Indonesia!

[karena cinta tak harus memiliki]

ENAM ALASAN JANGAN MUSUHI KOPI


Kopi dengan segala kontroversi yang dimilikinya, sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus dimusuhi. Karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan tentu saja memiliki manfaat. Sama halnya dengan kopi. Kenali cara terbaik minum kopi agar minuman ini bisa memberikan dampak positif bagi tubuh. Tentunya, jika Anda mengetahui cara minum kopi yang baik dan bisa mengendalikan asupan kopi setiap harinya, minuman ini memang bisa memberikan dampak positif bagi tubuh. Antara lain:

#1. Melindungi jantung.
Kurangi resiko stroke dengan mengonsumsi 1-2 cangkir kopi hitam per hari. Antioksidan yang terkandung dalam kopi ternyata lebih banyak dari blueberry dan sangat baik untuk membantu menahan efek buruk dari peradangan pada arteri. Memang, sesaat setelah minum kopi terjadi peningkatan tekanan pada darah dan denyut jantung. Namun setelah beberapa lama, perlahan-lahan antioksidan pada kopi mengaktifkan asam nitrat pada tubuh sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah. Di sini, Kopi justru menurunkan tekanan darah.

#2. Mencegah diebetesMenurut beberapa penelitian, orang yang minum kopi setiap harinya memiliki risiko lebih rendah terkena 2 tipe diabetes. Ini dikarenakan kandungan antioksidan kopi, khususnya asam klorogenat dan guinides, memainkan peranan untuk meningkatkan sel tubuh terhadap insulin yang membantu mengatur gula darah.

#3. Menjaga kesehatan hati
Satu analisa dari sembilan penelitian menemukan bahwa kopi bisa menurunkan risiko kanker hati sebanyak 43%. Lagi-lagi hal ini dikarenakan peran antioksidan dan kafein di dalamnya. Ternyata, kopi juga bisa meminimalkan risiko munculnya sirosis dan penyakit hati lainnya.

#4. Meningkatkan kekuatan otak
Antioksidan dalam kopi juga dapat menangkal kerusakan sel otak dan membantu jaringan saraf untuk bekerja lebih maksimal sehingga otak bekerja lebih baik. Dipercaya, minum kopi secara teratur akan membantu mengurangi risiko demensia dan Alzheimer, sama halnya seperti Parkinson.

#5. Membantu menghilangkan sakit kepala
Memang belum ada belum ada penelitian yang membuktikan bagaimana cara kafein menghilangkan sakit kepala, namun para peneliti meyakini bahwa kafein meningkatkan aktivitas sel otak yang mengakibatkan pembuluh darah di sekitarnya menegang. Dipercaya bahwa 200 miligram kafein dapat membantu menghilangkan sakit kepala, termasuk migrain. 

#6. Teman berteman
Untuk alasan yang satu ini, tentu saja semua tahu. Anda bisa mencoba nikmatnya bergaul di cafe atau warung kopi, ngobrol, carita campur attu membiarkan tawa dan cerita membumi Anda menguap melangit ditemani secangkir kopi. Wuih, nikmat..

[angkat cangkirnya...]

KOPI LASEM, KOPINYA LELAKI TANGGUH

sumber foto: kisah.wiratama.net

Carita Campur Attu kita kali ini akan bercerita tentang 'harta karun' di Lasem.
Hah?! kenapa Lasem, bukan Makassar dong?..
Makassar, Lasem, dan kota lainnya adalah Indonesia, blog ini tidak boleh terbatas hanya pada Makassar saja, karena carita campur attu adalah ketakterbatasan yang melangit. Dengan carita campur attu mari kita biarkan tawa dan cerita membumi kita menguap melangit.

Kebanyakan orang mengenal Lasem hanya sebagai sebuah kota kecil  yang terletak di lintasan jalan Pantai Utara Jawa, terletak sekitar 15 km dari kota Rembang ke arah timur. Lokasinya sangat strategis karena ada ditengah-tengah jalan utama (dulu disebut sebagai grotepostweg pada jaman kolonial Belanda atau jalan raya pos) yang menghubungkan antara Surabaya dan Semarang.

Masyarakat Sejarawan Indonesia Kabupaten Rembang menyatakan bahwa motif dan warna batik tulis Lasem yang dominan dengan warna merah, sejatinya merupakan pertautan antara budaya Tionghoa dan Jawa.

Semenjak abad ke-7, Lasem sudah dikenal sebagai kota pelabuhan yang kemudian saat kerajaan Majapahit berjaya pada tahun 1351 Lasem kemudian dikenal sebagai kerajaan. Rajanya bernama Dewi Indu (bergelar Bhre Lasem) yang masih terhitung sepupu Raja Hayam Wuruk. Pada masa itu Lasem menjadi kota pelabuhan ramai dan menjadi vital posisinya. Pelabuhan terletak di daerah Kiringan, Regol dan Bonang Binangun.

Tidak hanya itu. Lasem juga menjadi saksi perpaduan budaya Islam dengan budaya China. Tercatat pada abad XV (1411-1416) adalah "Bi Nang Un", seorang China Muslim bermashab Hanafi, utusan Dinasti Ming yang berasal dari wilayah Yunan yang mengajarkan Islam. Ia kemudian mendirikan perkampungan China di Lasem. Baru setelah itu, gelombang kedatangan orang China berikutnya didominasi orang Hokkian yang menganut agama Kong Hu Cu.

Di masa modern ini Lasem terkenal sebagai kota tua bernuansa Cina. Pengaruh kebudayaan Cina sangat mendominasi pada segala aspek kehidupan kota kecil ini. Ada banyak bangunan-bangunan tua yang usianya ratusan tahun yang tentu saja memiliki keunikan dengan nuansa arsitektur khas Cina dan beberapa bernuansa Eropa klasik. Wajar jika seorang peneliti asal Eropa di zaman kolonial menjuluki kota Lasem sebagai ”The Little Beijing Old Town”. Tak ketinggalan, oleh orang Prancis dijuluki "Le Petit Chinois" yang artinya China kecil.

Kota Lasem tidak hanya kaya dengan batik dan bangunan bersejarahnya, di sini ada kopi enak, dan ini inti pembahasan kita. Kopi Lasem dengan segala keunikannya. Kopi yang bakal membuat Anda ketagihan. Kopi yang hanya terbatas pada kopi tubruk tradisional, kopinya para laki-laki tangguh.

Kopi Lasem disiapkan dengan resep rahasia. Saking rahasianya, jenis kopi yang dipakai sampai cara memanggang sungguh teramat sangat dirahasiakan oleh sang peracik. Wah ini lain ceritanya dengan kasta bakso yang dulu hanya milik para 'mas' dan beralih ke milik umum bahkan para Daeng.

sumber foto: kisah.wiratama.net

Rahasia kopi Lasem yang sempat terkuak adalah kopi Lasem diseduh dengan air yang telah dimasak dengan kayu bakar, konon katanya asap kayu memberikan aroma khas yang tiada duanya.
Jika Anda mencoba menikmat kopi Lasem di warung kopi, Anda akan disajikan kopi lasem dengan nampan plastik lengkap dengan gula pasir, silet, benang dan batang korek api. Unik bukan?! Selain kopi dan gula pasir, isi nampan yang lain tidak buat dikonsumsi. Lalu buat apa?
Inilah harta karun itu, di sini letak keunikannya, ada upacara khusus setelah prosesi ngopi Lasem. Ampas kopi dipakai untuk membuat gambar atau “melelet”. Medianya yang digunakan biasanya adalah rokok dan konon setelah digambari dengan ampas kopi rasanya akan lebih enak.

[upacara dimulai!]

ROTI UNYIL



subsidi
logistik
air, tepung, mentega, gula pasir, pengembang, selai nenas, taikuku
obat BAGI cacing di perut.
senyum manis rasa manis.

sekunyah ditelan,
ogah pak ogah datang meminta.


[lumayan untuk bahan setoran]

 
carita campur attu | pacarita | obrolan ringan di warung kopi powered by blogger.com
Design by Carita Campur Attu Blogger Templates