CARA MEMASAK AIR YANG BAIK DAN BENAR


Semua orang tahu memasak air. Tapi tak semua orang tahu cara memasak air yang baik dan benar.
Mau tahu cara memasak air yang baik dan benar? Mau? Mau?
Kita nantikan setelah yang berikut ini...,
Jamaah..., o.., Jamaah..!
Alhamdu.., Lillah!

#1. Diawali dengan doa. Doa memasak air itu penting agar segala pekerjaan memasak air kita menjadi lancar. Bagi yang muslim bisa memulainya dengan mengucap: "Basmalah".

#2. Memasak air yang benar adalah dengan alat masak air yg terbuat dari stainlessteel atau semacamnya dan jangan menggunakan alat masak air menggunakan plastik yg mengunakan elemen panas karena bahaya zat yg terdapat di plastik bisa tercampur dengan air yg di masak dan akan menimbulkan penyakit di dalam tubuh.

#3. Beberapa informasi menyebutkan, memasak air dengan menggunakan panci yang terbuat dari tanah akan menambah 'nikmat' dari air yang anda masak, terlebih jika air tersebut akan digunakan untuk menyeduh kopi. Ramuan obat tradisional juga merekomendasikan untuk mendidihkan ramuan obat dengan menggunakan panji yang terbuat dari tanah. Ini dikarenakan, panci yang terbuat dari tanah menyimpan banyak kandungan oksigen dan mineral-mineral lain dari tanah.

#4. Bersabarlah dalam memasak air, jika air sudah mendidih sebaiknya tunggu sampai kurang lebih 2 sampai 3 menit hingga air benar benar matang sesuai suhu 100 derajat dan benar-benar layak minum.

#5. Jangan bersabar kelamaan, jika Anda sudah menunggu sampai kurang lebih 2 sampai 3 menit air benar-benar matang sesuai suhu 100 derajat dan benar-benar layak minum, segera matikan kompor Anda! Jangan biarkan air Anda gosong, eh, kering karena habis menguap di udara. Jika tawa dan cerita membumi Anda yang menguap melangit, itu ok saja :D
#6. Setelah memasak air, segera bersihkan panci masak Anda, membiarkannya akan membuat cucian piring kotor Anda akan bertambah banyak, dan juga akan mengendapkan zat kapur dalam air ke dinding panci.

#7. Diakhiri dengan mengucap syukur karena pekerjaan memasak air yang baik dan benar kita telah selesai dengan baik dan benar. Bagi yang muslim bisa dengan mengucap: "Hamdalah".

Demikianlah cara memasak air yang baik dan benar versi carita campur attu.

[dokter merekomendasikan minum 1,5 hingga 2 liter air per hari]

PERANAN ROKOK DALAM USAHA BELA NEGARA (SEBUAH KAJIAN ILMIAH VERSI CARITA CAMPUR ATTU)


Hasil survey abal-abal beberapa hari lalu saat ber-carita campur attu di warung kopi. Obrolan ringan di warung kopi waktu itu membahas sebuah kajian ilmiah tentang PERANAN ROKOK DALAM USAHA BELA NEGARA dan menelurkan beberapa fakta menarik. Tertarik menyimak carita campur attu kami dan mengetahui hasil obrolan ringan di warung kopi, silakan disimak saja kajian ilmiah versi Carita Campur Attu mengenai Peranan Rokok dalam Usaha Bela Negara, jangan diambil hati ya ;)

#1.  Bela Negara dalam menciptakan stabilitas keamanan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Konflik antar suku yang sering dipicu oleh hal sepele juga dapat dicegah dengan rokok. Rokok terbukti mampu menciptakan suasana keakraban. Lihat saja bagaimana para perokok begitu akrab dalam bergaul sambil menawarkan rokok untuk dinikmati bersama. Tampak jelas bagaimana tawa dan cerita membumi mereka menguap melangit bersama kepulan asap rokok dari bibir hitam mereka. Di sana ada cinta dan keakraban yang tulus.
Rokok juga dapat membantu tugas aparat keamanan dalam rangka mengurangi tindak pidana pencurian. Suara perokok batuk berat di malam hari terbukti ampuh untuk mengusir maling yang berniat jahat.

#2. Bela Negara dalam menambah pos APBN/APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Negara/ Anggaran Pendapatan Belanja Daerah)Kegiatan birokrasi negara sangat didukung oleh yang namanya APBN/APBD, namun terkadang, oleh aparat negara yang menjadi pelayan masyarakat, APBN/APBD yang telah dianggarkan terasa masih kurang. Hal ini tentu saja berpengaruh pada kinerja mereka dalam melakukan pelayanan masyarakat. Adanya "uang rokok" seolah-olah menjadi pos tambahan APBN/APBD yang tentu saja memperlancar segala urusan birokrasi seperti bikin KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, SIM, dan segala jenis surat/administrasi di kantor-kantor dinas.
Tambahan lagi, jika Anda ditilang dan ingin prosesnya cepat dan mudah, sodorkan saja "uang rokok".

#3. Bela Negara dalam hal membantu menambah pundi-pundi penghasilan pajak negara.
Jelas saja, perokok rela mengorbankan jiwa raga dan isi kantong mereka demi membayarkan ongkos cukai rokok. Ini adalah pengorbanan yang patut mendapat perhatian dari pemerintah, bukannya menaruh embel-embel peringatan larangan merokok yang sifatnya malu-malu mau.

#4. Bela Negara mendukung program pemerintah dalam menekan (mengurangi) jumlah penduduk.
Data Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa dalam setiap menit, 60 orang mati karena rokok, 100 juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ini.
Khusus Indonesia, terjadi 1.174 kematian per hari akibat asap rokok. Weleh-weleh..bisa dibayangkan bagaimana pengorbanan jiwa raga para perokok demi mengurangi populasi penduduk yang kian padat.

#5. Bela Negara dalam membantu pemerintah mengurangi (jumlah) orang miskin.
Survey membuktikan, lebih dari 50% perokok berasal dari kalangan menengah ke bawah. Rata-rata orang miskin membelanjakan lebih dari 25% penghasilannya untuk konsumsi rokok. Hal ini merupakan peluang bagi pemerintah untuk mengurangi (jumlah) orang miskin. Tentu saja jika makin banyak orang miskin yang merokok, maka jumlah orang miskin makin berkurang.

#6. Bela Negara dalam mengurangi pengangguran di suatu negara.
Rokok dengan segala kontroversi yang melatarinya ternyata dapat memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan, pabrik korek, dan perusahaan obat batuk

#7. Bela Negara dengan ikut berpartisipasi di pesta demokrasi
Perokok Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk menduduki kursi pemerintahan dan/atau menjadi wakil rakyat. Tjandra Yoga Aditama, dokter ahli paru-paru di rumah sakit Persahabatan mengungkapkan bahwa sekitar 31,4% atau 72,8 juta jiwa penduduk Indonesia adalah perokok. Bila perokok Indonesia membuat partai akan bisa memenangkan pemilu, karena hasil 31% penduduk Indonesia adalah perokok.

#8. Bela Negara dalam peningkatan mutu pendidikan Indonesia

Rokok bagi kebanyakan penikmatnya sangat berperan besar sebagai bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir atau karya ilmiah atau skripsi atau thesis. Kebuntuan dalam menyusun Tugas Akhir atau stress akibat asistensi berkepanjangan yang belum ACC juta, sementara usia kemahasiswaan telah ternobat lansia dan menjelang MAPALA (Mahasiswa Paling Lama) dapat terselesaikan dengan rileks sejenak menghisap sebatangduabatang rokok sembari mengepulkan asapnya tinggi-tinggi ke angkasa sebagai bentuk luapan masalah. Entah, energi magis dari mana, seiring kepulan asap rokok yang perlahan musnah, musnah jualah segala masalah, dan si MAPALA bisa kembali mendapat inspirasi untuk bahan Tugas Akhirnya.
Seharusnya dicantumkan ucapan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan di setiap Tugas Akhir.

#9. Bela Negara dalam membantu program KB
Konon katanya, merokok dapat menyebabkan impotensi.

#10. Bela Negara dalam meningkatkan sedekah sesuai anjuran Menteri Agama dan MUI
Bayangkan jika tidak ada perokok, kasihan para pedagang asongan yang berkeliling di bawah terik mentari menjajakan rokoknya. Perokok bisa sedikit bersedekah dan menyisihkan sebagian penghasilan mereka dengan membeli rokok dari para pedagang asongan yang telah banting tulang mencari nafkah untuk anak dan keluarganya. Tak jarang para perokok malas untuk mengambil uang kembalian. Mulia banget ya :)

#11. Bela Negara dalam menciptakan generasi muda penerus bangsa yang bermental baja
Harus diakui jika rokok dapat melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah, karena bagi perokok pemula, merokok bukanlah hal yang mudah. Hanya mereka yang bermental bajalah yang mampu lolos dalam ujian merokok bagi pemula, bagaimana mereka mampu untuk lolos dan tetap bertahan hidup dari batuk-batuk dan tersedak asap rokok.

[annemi nikana carita campur attu]

ASSALAMU ALAIKUM 2012 :)


Kumpulan Pertanyaan 2012
2012
Sudahkah Anda sholat?

Bersiapkah Anda untuk memenuhi 2012 dengan banyak kebajikan?

Berhasilkah Anda menghindari alkohol dan mengalahkan birahi dalam gemerlap pesta tahun baru Anda?

Sudahkan Anda membersihkan sampah jagung bakar, petasan, dan barang lain sisa-sisa pesta pergantian tahun Anda?

Apakah Anda sadar bahwa bumi kian tua dan memerlukan kearifan Anda dalam bertindak terhadap lingkungan, bersikap ramah terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, menghemat pemakaian kertas, dan sebagainya?

Bukan soal resolusi, tapi Anda disiplin dan siap patuh tidak dengan resolusi 2012 Anda?

Benarkah Anda akan bekerja lebih ikhlas dan giat lagi dalam bekerja?

Anda siap menikah dan memiliki anak di 2012?

Sudahkah Anda memberi sedikit sedekah kepada mereka yang benar membutuhkan?

Sudahkah Anda menggosok gigi?

Sudahkah Anda  memberi senyum pada orang di sekitar Anda?

[Sudahkah Anda memiliki kalender 2012?]





MERAYAKAN TAHUN BARU DI BUMI YANG TUA


Tradisi pergantian tahun hampir pasti dipenuhi dengan hiruk-pikuk manusia yang merayakannya dengan penuh kemeriahan, pesta pora di jalan-jalan, kembang api dan terompet bersaut-sautan; Boleh dikata setiap individu merayakannya, dengan gemerlap maupun kesederhanaan. Tak ada yang bisa lolos dari perayaan tahun baru, kalaupun kau tidak memiliki apa-apa sekalipun untuk merayakannya, dentuman bunyi petasan dan gemerlap kembang api yang seolah memenuhi seisi bumi pada tiap sudutnya dan turut membarakan perayaan pergantian tahun di dadamu.
 
Tidak peduli mereka berhasil atau gagal dalam menjalani kehidupan tahun sebelumnya, yang terpenting adalah tahun sudah berubah. Sayangnya, tahun baru tidak digunakan untuk merenungkan apa yang telah kita lakukan, kesalahan apa yang telah kita perbuat, bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik; Akan tetapi malah dijadikan untuk melupakan segala hal. Inilah ironi yang terjadi di Indonesia, dengan penduduk mayoritas muslim dan katanya memiliki akar budaya yang kuat, namun sayang penduduknya masih gagap dengan budaya dari luar, dan belum mampu bersikap arif dalam menyikapi suatu fenomena.
 
Ironis, merayakan tahun baru di bumi yang tentu saja kian tua, merayakan bergesernya waktu yang tidak lain berarti berkurangnya jatah umur bumi.
Merayakan pergantian tahun bukanlah hal yang sepenuhnya salah jika itu dilandasi oleh keinsyafan bahwa inilah semangat baru untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Tahun kemarin semoga bisa dijadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik di tahun mendatang. Berkomitmenlah dengan diri Anda, di sela dentuman bunyi petasan dan sahut-sahutan terompet, rasakan semangat baru, keinginan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
Berpestalah karena tahun menjadi baru, berpestalah karena Anda telah melewati 365 hari lagi dalam sisa hidup Anda, berpestalah karena Anda akan menghadapi tantangan baru lagi, berpestalah hingga larut malam dan memastikan mendapati dirimu terbangun esok hari digelitik oleh mentari memulai semangat barumu.

[selamat merayakan tahun baru di bumi yang tua]

KERIPUT, SIAPA TAKUT?


Carita Campur Attu bercerita lagi, kali ini untuk para coffee girls. Siapa seh yang tak ingin selalu tampil cantik, menjadi awet muda, dan mengarahkan perhatian tertuju ke Anda.
Tahun baru, era baru, jelas saja usia kian bertambah. Para coffee girls di antaranya ada yang mulai diliputi rasa was-was. Menua dan keriput itu pasti, mencegahnya adalah langkah cerdas dalam menjaga titipan Tuhan.

Berikut beberapa tips menyamarkan keriput:
#1 Madu
Balurkan sedikit madu ke wajah, dan biarkan slelama 25-35 menit. Setelah itu basuh wajah dengan menggunakan air hangat, lalu segarkan dengan es batus yang diiusapkan ke seluruh kulit wajah. Pastikan es tersebut membasuh tempat-tempat yang dibalur madu.
Yang perlu diingat sebelum melakukan penanganan ini, wajah sebaiknya dibasuh terlebih dahulu dengan air hangat-hangat kuku agar manfaat madu menjadi lebih efektif, karena pori-pori kulit wajah dalam keadaan terbuka.

#2 Pisang
Lumatkan satu atau dua buah pisang hingga hancur menyerupai krim, lantas balurkan krim pisang tersebut ke seluruh permukaan wajah selama kurang lebih 30 menit. Bersihkan dengan menggunakan air hangat. Tepuk-tepuk wajah Anda dengan lembut, jangan sekali-kali mengusapnya hingga kering.

#3 Minyak kelapa
Cukup dengan membalurkan minyak kelapa hangat ke permukaan wajah. Lakukan proses ini sebanyak yang Anda butuhkan untuk mempertahankan kekencangan kulit wajah Anda.

#4 Nanas
Kupas nanas, lalu bagian daging buah yang terangkat beserta kulitnya dioleskan ke permukaan wajah. Biasanya daerah yang membutuhkan perhatian lebih adalah sekitar mulut dan mata. Biarkan cairan tipis nanas tersebut mengering di wajah Anda sekitar 20 menit, setelah itu basuh dengan air hangat atau air dingin.

Selamat mencoba dan berusaha. Bagi yang muslim, perbanyak air wudhu sebagai bahan pembersih yang terampuh, ditambah doa yang dilakukan dengan khusyu.

Jangan takut keriput, tak keriput? Berpengawet dong?!

[berhentilah memberi pengawet pada wajah Anda]

GALAU ITU MENYENANGKAN :)


Entah, inspirasi dari mana saya memilih judul ini: GALAU ITU MENYENANGKAN :)
Ketika keterpaksaan, kebingungan, kerisauan, ketakukan, kekalahan menyatu. Sementara Anda tak memiliki kekuatan untuk melawan itu semua. Cukup memasang kata sakti 'menjalani', maka semua akan baik-baik saja. Menelan perasaan galau itu, akh menyenangkan.

Galau itu menyenangkan, ndak galau ndak gaul. Khan keren jika sesekali ber-GALAU ria. Membiarkan kegalauan Anda meliar! Menjadikan Anda pribadi yang hebat. Maka terciptalah sealbum lagu yang tentu saja nge-hits dengan tema: "Galau". Atau ketika diary Anda penuh dengan curhatan hebat tentang kegalauan Anda. Bahkan ketika Anda mendadak menjadi pujangga yang mampu menghasilkan maha karya di dunia sastra; Bukan hanya sebuah karya, tapi satu perpustakaan besar buku yang telah tercipta berkat galau Anda yang meliar. Tidak berhenti di situ, sebagai bentuk penghormatan untuk Anda, dibuatlah sebuah museum yang berisi karya-karya galau Anda, tentu saja museum itu diberi nama: "Galau".

Galau itu menyenangkan, coba saja mengadukannya pada malam. Ya, ketika Anda mampu menikmati galau dalam kesendirian di hening malam. Hanya ada dirimu bersama kegalauan disaksikan sang malam. Mencoba menyelam jauh ke dalam diri, instrospeksi diri, berpikir positif bahwa di balik kesulitan sebenarnya telah menanti kemudahan, karena Tuhan bersama orang yang galau, God Always Listening And Understanding! 
Galau, enjoy aja!
Hidup Galau!!

[biarkan galau Anda meliar mendunia, karena galau itu menyenangkan :) ]



TERUNTUK IBU YANG SELALU MEMANJAKANKU [SELAMAT HARI IBU]


teruntuk ibu yang selalu memanjakanku.

tak perlu kuingat, bagaimana kecilku dulu engkau menjagaku
tak perlu kata mereka!
kuyakin kau telah membesarkanku dengan segenap kasih dan sayang yang kau miliki. hidupmu hanya untukku dan saudara-saudaraku, untuk anak-anakmu yang sebisa kau bisa membagi perhatian dengan adil.

tak perlu kuingat, karena memang saya bukan pengingat yang baik.
tapi saya tau, engkau selalu sedih jika aku terbaring sakit.
sanasini
siangmalam
bugarlelah
engkau selalu ada menjagaku.

tak perlu kudiberitahu,
bagaimana ibu menguras otak mencarikan biaya sekolah sepeninggal bapak.
mengatur keuangan dari sisa pensiun bapak
cukup dicukupkan,
tak jarang utangsiniutangsana.

tak perlu mencontek,
jika dikelas
atau saat ujian sidang untuk meraih gelar sarjana sekalipun,
dan saya ditanya tentang pahlawan.
tentu saja itu engkau, ibu!

tak perlu pelajaran berhitung,
saat saya ditanya tentang kasihmu,
melebihi luasnya samudra.
menyadarkanku tentang hutang kasih yang mustahil terbayarkan..

tak perlu diingatkan,
saat saya mendapatkan kerja pertamaku,
saya bahagia karena kutau ibu bahagia.
lalu, ketika saya dipindahtugaskan ke luar daerah.
menjadi perantau.
bahagia itu menjadi risau di wajahmu, ibu.
kutau ibu masih mengkuatirkanku
saya pun demikian, bu. saya kuatir jika ibu sakit,
saya kuatir siapa yang menjaga ibu,
saya kuatir tidak bisa merajai kerinduanku pada ibu.
dan dengan pasrah ibu melepasku berselimut doa.
ya! doamu yang selalu menjagaku di perantauan, ibu.

tak perlu kata mereka,
saat saya menemukan pendamping hidup,
engkau bahagia karena telah ada yang merawatku.
bukan menggantikan tugasmu menjagaku, tapi menjamin bahwa akan ada wanita yang mengurusi segala kebutuhanku.
sembari menanti dengan sabar, dihadiahi cucu yang mewarisi kemuliaan hatimu.
saya pun tak kalah bahagianya, karena kini ada aku dan istriku yang akan menjagamu, merawat dan memastikan engkau baik-baik saja.

teruntuk ibu yang selalu memanjakanku,
izinkan aku menghirup dan mengecup aroma surga di bawah telapak kakimu.

[selamat hari ibu]

Selamat Hari Ibu untuk ibu saya, ibu mertua saya, ibu anak-anak saya dan seluruh ibu di dunia :)

 
carita campur attu | pacarita | obrolan ringan di warung kopi powered by blogger.com
Design by Carita Campur Attu Blogger Templates